Desa Binaan Mahasiswa Teknik Mesin Unima Sementara Berjalan, Ini yang Dilakukan

Program Desa Binaan yang dilakukan mahasiswa Teknik Mesin Fatek Unima, sejak Agustus 2020 hingga November 2020 ini.

Tondano, DetikManado.com – Sejumlah mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Negeri Manado (Unima) berhasil lolos seleksi proposal Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D).

Didanai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kegiatan ini telah dilakukan sejak Agustus 2020, rencananya berakhir pada bulan November 2020 ini di Desa Wiau, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulut.

Sebelumnya, kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak kampus Unima. Pembantu Rektor (PR) 3 Unima, Jim Ronny mengapresiasi lolosnya tim PHP2D Teknik Mesin Unima ini.

“Kegiatan ini bisa berjalan lancar dan dapat diselesaikan dengan baik dan kedepannya bisa menjadi pacuan untuk semua mahasiswa,” ujarnya.

Ada sejumlah program telah dilakukan tim PHP2D Teknik Mesin Fatek Unima, seperti pembuatan teknologi tepat guna yang akan diaplikasikan, yaitu mesin pemarut kelapa dan alat pemeras santan yang telah digunakan.

Tim ini juga telah melakukan pelatihan minyak kelapa dan pengujian laboratorium untuk produk minyak kelapa yang dibuat masyarakat.

Selain pembuatan mesin, para mahasiswa juga mengadakan pelatihan diversifikasi olahan kelapa berupa pembuatan minyak kelapa, etanol atau alkohol dan arang aktif yang dapat menghasilkan produk yang diperjualbelikan, sehingga menambah penghasilan warga desa. Kepala Desa Wiau Marce Untu beserta masyarakat Desa Wiau mendukung penuh kegiatan yang dilakukan mahasiswa itu.

“Harapan kami dari masyarakat desa, program ini dapat berjalan dengan lancar dan dampaknya dapat dirasakan langsung pada masyarakat desa dalam menambah penghasilan masyarakat,” ungkap salah satu warga Desa Wiau, Arie.

Sementara itu, Ketua Tim PHP2D Bryan Lukas juga berharap kegiatan ini bisa berjalan dengan baik, lancar, dan diselesaikan dengan sempurna.

“Sehingga tujuan utama untuk membantu masyarakat Desa Wiau benar-benar tercapai,” jelasnya.

Salah satu anggota tim Michael juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bersedia membantu untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

Senada dengan 2 anggota sebelumnya, Dosen Pendamping Tim PHP2D Teknik Mesin Unima, Moh Fikri Pomalingo mengharapkan mahasiswa yang melaksanakan PHP2D mampu menumbuhkan rasa peduli.

“Dan kontribusi kepada masyarakat desa untuk membangun desa binaan yang aktif, mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

Sekedar informasi, program Desa Binaan Teknik Mesin Fatek Unima ini merupakan tindak lanjut dari PHP2D Kemendikbud. (rf)

Komentar Facebook