Diduga Akibat Sakit, Warga Asal Jambi Meninggal di Mapanget Manado

  • Whatsapp
Aparat kepolisian saat mendatangi lokasi kejadian.

Manado, DetikManado.com – Warga Kelurahan Paniki Bawah, Lingkungan I, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, dihebohkan dengan penemuan sosok mayat, pada Kamis (09/01/2019) pukul 08.10 Wita.

Adapun identitas korban bernama, Arsu Widya Winarto (47), warga Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, yang bekerja sebagai tukang.

Bacaan Lainnya

Untuk sementara korban tinggal di rumah kos-kosan milik keluarga Tahulending – Barahama, di Kelurahan Paniki Bawah.

Menurut keterangan saksi Arto Topolo (40) warga Padang Jaga I, Kecamatan Bintauna, sekitar pada jam 07.30 Wita, dirinya hendak masuk ke kamar kos korban untuk mengecek keadaan korban yang saat itu sedang sakit.

Setibanya di kamar korban, Arto melihat korban dalam posisi tidur mengahadap ke plafon, namun Arto mencoba memanggil-manggil nama korban, namun tidak ada respon.

Melihat hal itu, Arto langsung memanggil pemilik kos-kosan untuk mengecek keadaan korban.

Sebelumnya, Arto juga dimintakan tuan rumah untuk sering mengecek kondisi korban sejak 1 minggu yang lalu dikarenakan korban dalam keadaan sakit.

Diketahui, korban sebelumnya sempat masuk rumah sakit, semasa korban sakit pemilik kos sering mengurus makan dan minum korban.

Adapun keterangan dari Arnold Tahulending (59), pemilikkos-kosan tersebut, saat korban di temukan pertama kali oleh Arto sekitar jam 07.30 Wita, Arto langsung memberitahu bahwa korban saat dipanggil namanya tidak ada respon.

Arnold mengatakan, sekitar 1 minggu lalu korban sempat dibawa ke RS AURI karena mengalami sakit maag, dan korban hanya dirawat jalan. “Istri saya sempat mengurus korban dengan membuat bubur dan teh panas untuk dikonsumsi korban,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan, korban kemarin malam mengeluh dan memijat badannya sendiri.  “Lalu saya menelepon keluarga korban yang berada di Jakarta pada hari Rabu tanggal 08 Januari 2020 agar segera menjemput korban untuk dibawa pulang ke Jakarta,” ujarnya.

Eko Supriyono (34) warga desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, yang bekerja sebagai mandor di tempat korban bekerja, menerangkan bahwa korban mengeluh sakit sejak masuk kerja konstruksi di Puskesmas Paniki Bawah sekitar 1 minggu lalu. “Saya sempat bawa korban ke RS AURI karena korban merasa sakit maag, sakit pada bagian dada, jika makan sering di muntahkan. Dan korban tidak dirawat inap tetapi rawat jalan dan di berikan obat dari dokter RS AURI,” ungkapnya.

Kapolsek Rural Mapange, Iptu Muh Ilham Mattulangi SSos saat di konfirmasi mengatakan, adanya kejadian tersebut, dan korban meninggal karena sakit. “Kami telah koordinasi dengan keluarga dan pemerintah setempat untuk Pemakaman. Dan menunggu keluarganya dari Jakarta, serta membuat surat penolakan otopsi,” pungkas Kapolsek. (ali)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *