Minahasa Utara, DetikManado.com – Seorang penumpang KM Aksar Saputra 09 bernama Audy Sigar (49) dilaporkan hilang di perairan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulut. Korban diduga terjatuh dari atas kapal pada Senin (22/12/2025) dini hari.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulut yang menerima informasi tersebut langsung menerjunkan tim untuk melakukan operasi pencarian di lokasi kejadian.
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, KM Aksar Saputra 09 bertolak dari Ternate pada Minggu (21/12/2025) pukul 18.52 WIT. Insiden terjadi keesokan harinya, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 04.30 Wita, saat kapal melintas di perairan antara Pulau Bangka dan Likupang.
Informasi jatuhnya korban pertama kali diketahui dari saksi mata di atas kapal. Saksi menyebutkan bahwa korban, yang tercatat sebagai warga Desa Kauditan II, Kecamatan Kauditan, diduga melompat dari kapal sekitar dua jam setelah melewati Pulau Batang Dua.
Kepala Basarnas Sulut, George Mercy Randang membenarkan adanya laporan kejadian membahayakan jiwa manusia tersebut. Pihaknya menerima laporan resmi pada pukul 12.10 Wita.
”Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 12.30 Wita, kami langsung memberangkatkan Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Likupang bersama KN SAR Bima Sena untuk melaksanakan tindak awal Operasi SAR,” ujar George Mercy Randang, Senin sore.
Sebelum Tim SAR tiba, KM Aksar Saputra 09 sempat melakukan upaya pencarian mandiri. Pada pukul 06.30 Wita, kapal tersebut memutar balik ke titik dugaan jatuhnya korban dan menyisir area selama kurang lebih 20 menit. Namun, karena korban tidak ditemukan, kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Likupang.
Dalam operasi ini, Basarnas Sulut berkoordinasi dengan KUPP Likupang, Sat Polair Polres Minahasa Utara, serta agen kapal. Unsur yang terlibat meliputi Tim Rescue USS Likupang dan Anak Buah Kapal (ABK) KN SAR Bima Sena dengan alat utama KN SAR Bima Sena.
Hingga pukul 17.00 Wita, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
George menegaskan bahwa operasi akan terus dilakukan sesuai prosedur. Ia juga meminta partisipasi aktif dari masyarakat nelayan maupun kapal yang melintas.
”Operasi SAR akan terus dilanjutkan sesuai dengan prosedur dan perkembangan situasi di lapangan. Kami mengimbau kepada masyarakat dan para pelaut untuk segera melaporkan kepada kami apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar George memungkasi. (yos)















