Kambey: Kami Tidak Menyogok untuk Menyatakan Pasien Covid-19

Kericuhan yang terjadi di RS Pancaran Kasih Manado, Senin (1/6/2020).

Manado, DetikManado.com – Pihak Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado mengklarifikasi terkait kejadian, Senin (1/6/2020), di mana ratusan massa memaksa masuk mengambil jenasah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Direktur RS Pancaran Kasih dr Franky Kambey mengatakan setiap pasien yang masuk di RS Pancaran Kasih baik ODP, PDP maupun yang terkonfirmasi positif Covid-19 selalu di notifikasi ke Dinas Kesehatan Kota Manado dan Provinsi Sulut.

Bacaan Lainnya

“Selama dalam perawatan penanganan apabila pasien meninggal dunia, Gugus Tugas Kota Manado dan kami juga menerapkan protokol jenazah karena dalam keadaan wabah,” tuturnya.

Lanjut Kambey, di RS Pancaran Kasih ada yang meninggal dengan agama yang berbeda yang masing-masing punya cara untuk memakamkan jenazah.

“Kebetulan yang meninggal beragama Muslim jadi kami menggunakan fatwa MUI tahun 2020 Nomor 18 tentang fatwa pedoman pengurusan jenazah beragama Muslim yang terinfeksi Covid-19,” ungkapnya.

Komentar Facebook

Pos terkait