Manado, Detikmanado.com – Unsrat Manado menggelar Kuliah Umum dengan tema ‘Pemanfaatan Informasi Geospasial Untuk Pembangunan Berkelanjutan’ yang menghadirkan narasumber Kepala Badan Informasi Geospasial RI Prof Dr Hasanuddin Z Abidin MSc. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Rektorat Unsrat Manado, Rabu (02/10/2019).
Wakil Rektor Unsrat Bidang Perencanaan Prof Dr Ir Sankertadi DEA mengatakan bahwa Unsrat Manado telah menandatangani MoU dengan Badan Informasi Geospasial. Kuliah umum itu merupakan bagian dari program tersebut. “Saya mengenal beliau ketika sering memasang GPS di gunung – gunung berapi di Indonesia dan sangat bersyukur Prof Hassanudin memiliki waktunya dan berbagi ilmu dalam kuliah umum ini,” beber Sankertadi.
Hasanuddin mengatakan istilah geospasial masih awam bagi mahasiswa maupun masyarakat. Intinya ilmu itu mempelajari tentang atribut lokasi, seperti peta dan bersifat Geometri. “Juga semua yang berkaitan dengan bencana alam, pembangunan infrastruktur, foto satelit, GPS dan masih banyak lagi dan semua itu berkaitan dengan geospasial,” kata Hasanuddin.
Lanjutnya, dalam menentukan peta pemetaan semakin tinggi ke atas, semakin berkurang ketelitiannya. “Yang tepat adalah kita mengukur langsung ke lapangan. Dan saat ini perkembangan teknologi Geospasial sudah berbaur dalam teknologi yang lain,”ujarnya.
Untuk Indonesia, lanjutnya, fungsi geospasial sangat penting karena Indonesia adalah negara maritim dan saat ingin mengetahui suatu tempat, semua berkaitan dengan lokasi.
Dia menambahkan, peta pemetaan sangat berpengaruh ketika mendirikan sebuah perusahaan maupun pabrik. Salah satu penyebab banyak perusahaan terkendala masalah regulasi perizinan, yaitu dengan tidak akuratnya peta tematik negara kita. “Sehingga dikeluarkan kebijakan satu peta yang sama dan berlaku di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (ml)















