Liga Champions: Hasil AC Milan vs Inter Milan, Selangkah Lagi Simone Inzaghi!

Derby Milan di leg pertama semifinal Liga Champions antara AC Milan vs Inter, Kamis (11/5/2023), di San Siro, Milan menjadi milik anak-anak asuh Simone Inzaghi. (Foto:uefa.com)

Milan, DetikManado.com – Selangkah lagi Simone Inzaghi bakal membawa Inter Milan ke final Liga Champions musim 2022/2023. Ini setelah hasil gemilang di leg pertama babak semifinal usai mengalahkan rival satu kota AC Milan.

Bertanding dalam derby Milan di San Siro, Kamis (11/5/2023) dini hari, Inter Milan berhasil mengalahkan AC Milan dengan skor 2-0. Dengan hasil ini, Inter hanya butuh minimal hasil seri, atau kalah dengan selisih 1 gol, di leg kedua, untuk lolos ke final Liga Champions.

Dua gol cepat Inter Milan di babak pertama menjadi penyebab kehancuran AC Milan. Gol itu dicetak Edin Dzeko (8′) dan kemudian Henrikh Mkhitaryan (11′).

 

Jalannya pertandingan

Laga baru berjalan 8 menit ketika Edin Dzeko membuka skor kemenangan anak-anak asuhan Simone Inzaghi. Bermula dari sepak pojok, Edin Dzeko dengan mudah menyambutnya dengan sepakan tanpa kawalan sama sekali. Skor 1-0 untuk Inter.

Tak lama berselang, tepatnya di menit ke 11, Inter kembali menambah pundi-pundi golnya. Kali ini melalui Henrikh Mkhitaryan dari situasi open play.

Dua gol tersebut membuat Inter Milan kian menguasai laga. Serangan pun lebih mudah dibangun oleh Nerazzuri.

Pada menit ke-31, Inter nyaris memperbesar keunggulan karena wasit utama memberikan penalti. Namun setelah melihat tayangan VAR, penalti tidak jadi diberikan.

AC Milan baru benar-benar bisa menemukan ritme permainan di ujung babak pertama. Setelah menit ke-40, serangan Milan lebih rapi. Namun, para pemain depan tidak bisa berbuat banyak untuk memperkecil ketertinggalan. Skor bertahan 1-0 hingga turun minum.

 

Babak Kedua

Mengejar ketertinggalan, AC Milan semakin tajam di babak kedua. Serangan-serangan yang dibangun berhasil merusak dan menembus pertahanan dari Inter.

Namun peluang-peluang yang dimiliki Brahim Diaz (50′), Junior Messias (52′), hingga Sandro Tonali (64′) masih belum ada yang mengarah tepat ke sasaran.

Inter tidak memiliki banyak peluang berbahaya di babak kedua. Mereka memilih bertahan dan tidak terlalu ngoyo untuk menekan Milan di wilayah yang lebih tinggi.

Gagal menembus pertahanan Inter, serangan Milan mulai menurun sejak memasuki menit ke-75. Hingga selesai laga, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Skor akhir AC Milan 0-2 Inter Milan.

Pemain Inter yang menjadi man of the match Henrikh Mkhitaryan mengatakan, sejak menit pertama Inter bermain dengan keinginan untuk menang. Timnya mencetak dua gol di babak pertama. Milan lebih mengontrol permainan di babak kedua, tetapi Inter menang.

“Pujian yang luar biasa untuk tim saya- teman-teman tapi ini belum berakhir, kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk leg kedua,” ujarnya seperti dilansir dari uefa.com.

Pelatih AC Milan Stefano Pioli mengatakan, Inter adalah tim yang lebih baik, dan pertandingan menjadi rumit, baik secara taktik maupun mental.

“Kami kecewa, tetapi ingin mengubah hasil ini di leg kedua,” ujarnya.

Sedangkan Simone Inzaghi mengatakan, sangat puas. Inter menjalani babak pertama yang luar biasa, timnya bisa saja mencetak lebih dari dua gol tetapi ini adalah pertandingan yang hebat.

“Kami unggul, sekarang akan ada leg kedua di kandang bersama para pendukung kami. Kami tahu bahwa kami masih harus berusaha keras sebelum mulai bermimpi,” ujarnya.

Sementara itu bek AC Milan Fikayo Tomori mengatakan, kekalahan ini terjadi sejak awal, Milan kebobolan dua kali dan sulit membalikkan keadaan saat melawan Inter. Milan harus yakin bisa mencapai final.

“Kami kecewa tapi ini baru leg pertama. Kami tahu mereka kuat, tetapi jika kami bermain dengan kekuatan kami, kami dapat memberi mereka waktu yang sulit,” ujarnya.

 

Statistik kunci

Pada usia 37 tahun 54 hari Edin Džeko adalah pemain tertua kedua yang mencetak gol di semifinal Liga Champions setelah Ryan Giggs (37 tahun 148 hari saat Manchester United vs Schalke pada April 2011)

Inter telah memenangkan 18 dari 19 pertandingan kompetisi UEFA di mana mereka menang tandang di leg pertama, termasuk lima kali dari enam pertandingan dengan skor 2-0.

Milan memenangkan masing-masing dari tiga pertandingan Liga Champions UEFA mereka sebelumnya tanpa kebobolan.

Inter hanya kalah sekali dari sepuluh pertandingan UEFA Champions League terakhir mereka memang 6 kali, seri 3 kali. (Yoseph Ikanubun)

 

Susunan Pemain

AC Milan (4-2-3-1): Mike Maignan; Davide Calabria (Pierre Kalulu 82′), Fikayo Tomori, Simon Kjaer (Malick Thiaw 59′), Theo Hernandez; Sandro Tonali, Rade Krunic; Alexis Saelemaekers (Divock Origi 59′), Ismael Bennacer (Junior Messias 18′), Brahim Diaz (Tomasso Pobega 82′); Olivier Giroud.

Pelatih: Stefano Pioli

 

Inter Milan (3-5-2): Andre Onana; Matteo Darmian, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu (Roberto Gagliardini 78′), Henrikh Mkhitaryan (Marcelo Brozovic 63′), Federico Dimarco (Stefan de Vrij 70′); Lautaro Martinez (Joaquin Correa 78′), Edin Dzeko (Romelu Lukaku 70′).

Pelatih: Simone Inzaghi


Pos terkait