154 dibaca

Marlon Kamagi: Sulut Bakal Punya Alat Pengelola Sampah

  • Whatsapp
Marlon Kamagi, Direktur Bank Sampah Simfoni, Watutumou 2, Minut yang mengapresiasi kegiatan ibersih-bersih sampah.

Manado,DetikManado.com – Aksi bersih-bersih pantai dan kegiatan menghadap ke laut yang digelar oleh Dinas Kelautan dan Perikanan serta sejumlah LSM lingkungan hidup, di PPA Tumumpa, Minggu (18/08/2019), mendapat perhatian dari berbagai pegiat lingkungan hidup.

Salah satunya adalah Marlon Kamagi, Direktur Bank Sampah Simfoni, Watutumou 2, Minut yang mengapresiasi kegiatan itu. “Kegiatan ini sangat baik, dan tim kami tadi berkolaborasi dengan teman-teman yang lain agar mereka tahu bahwa bank sampah turut serta dalam kegiatan,”ujar Kamagi.

Muat Lebih

Dia juga menjelaskan mengenai sampah yang belum diketahui oleh masyarakat. Komposisi sampah rumah tangga yaitu 50% organik, 20% recycling, 30% residu.

Menurutnya jika masyarakat dapat mengelola sampah organik dan sampah recycling menjadi pupuk kompos, itu sudah mengurangi 70% sampah yang ada di lingkungan sekitar. “Dengan adanya bank sampah kita bisa mengedukasi masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah,” bebernya.

Lanjutnya, kebetulan bank sampah yang dikelolanya bermitra dengan Kamira yang memiliki alat terolysis. Alat ini mengubah sampah yang tidak bernilai bisa dikonvensi menjadi energi seperti bensin atau minyak tanah atau solar. “Karena tidak semua sampah itu kita bisa recycling bawa ke pabrik, seperti kantong kresek itu belum bisa diterima di pabrik. Tetapi dengan adanya alat ini kita bisa membantu masyarakat untuk mengakses sampah organik dan alatnya diujicoba minggu depan,” tutur Kamagi.

Dani Wurangian, perwakilan dari perusahaan pengelolaan sampah tersebut, mengatakan Kamira adalah Star Up baru yang hadir di kota Manado, yang prihatin akan sampah “Penanganan sampah ini tidak bisa cuma parsial jadi harus ada ditangani di hulu dan hilir, seperti di bank sampah dan di TPA,” katanya.

Lebih lanjut, Wurangian mengatakan sangat baik jika masyarakat bisa mengurangi 70% sampah dari sumbernya. “Kita akan membantu TPA itu panjang umurnya, termasuk juga mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.(ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *