Tak Hanya Pajak Restoran dan Hotel, Bapenda Bidik Sumber PAD yang Belum Tergarap

Sekda Rudy Theno dan Kepala Bapenda Bitung Theo Rorong

BITUNG, DetikManado.com– Kesepakatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bitung untuk memfokuskan struktur APBD pada peningkatan pendapatan mendapat perhatian serius dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung.

Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak, pendataan objek pajak baru, hingga pengawasan terhadap potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal.

Menurut Theo, Kota Bitung masih memiliki ruang yang cukup besar untuk meningkatkan penerimaan daerah seiring tumbuhnya aktivitas ekonomi dan usaha baru di berbagai sektor.

“Potensi pendapatan daerah masih sangat besar. Karena itu kami terus melakukan pendataan dan pemutakhiran data wajib pajak maupun objek pajak agar seluruh potensi yang ada bisa masuk dalam sistem dan memberikan kontribusi terhadap PAD,” ujar Theo, Jumat (19/06/2026).

Ia menjelaskan, Bapenda saat ini fokus memperluas basis pajak daerah dengan menyisir berbagai usaha baru yang berkembang di Kota Bitung. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pelaku usaha memiliki kesadaran dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Bapenda juga memperkuat pengawasan terhadap sektor-sektor yang selama ini menjadi penyumbang utama PAD, seperti pajak restoran, pajak hotel, pajak hiburan, pajak reklame, pajak parkir serta berbagai jenis retribusi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Kami ingin memastikan seluruh potensi yang ada dapat terdata dengan baik. Bukan semata-mata mengejar angka, tetapi bagaimana penerimaan daerah dapat meningkat secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Theo menambahkan, peningkatan PAD menjadi kebutuhan mendesak di tengah tuntutan pembangunan dan pelayanan publik yang terus meningkat. Menurutnya, semakin besar kemampuan daerah menghasilkan pendapatan sendiri, maka semakin kuat pula kemandirian fiskal Kota Bitung.

“Kalau PAD meningkat, ruang fiskal pemerintah juga akan semakin besar. Dampaknya tentu akan kembali kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, kebersihan lingkungan hingga program-program sosial lainnya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, Bapenda terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran pajak guna mempermudah masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban mereka.

“Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan daerah,” katanya.

Sebelumnya, Ketua TAPD Kota Bitung Rudy Theno menegaskan bahwa TAPD dan Banggar DPRD telah bersepakat menjadikan peningkatan pendapatan sebagai fokus utama dalam pembahasan APBD.

Seluruh perangkat daerah diminta memaksimalkan sumber-sumber penerimaan yang sah guna memperkuat kemampuan keuangan daerah.

“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat wajib pajak, Pemkot Bitung optimistis target pendapatan daerah pada tahun anggaran mendatang dapat tercapai bahkan melampaui target yang telah ditetapkan,” pungkas Theno.

(Jamal Gani)


Pos terkait