Manado, DetikManado.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menggelar pengukuhan 10 guru besar dari sejumlah fakultas pada, Kamis (7/5/2026), di auditorium Unsrat. Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie MEng IPU ASEAN Eng menyampaikan sejumlah pesannya.
“Menjadi seorang guru besar bukanlah tentang perjalanan singkat yang instan. Di balik toga dan gelar profesor yang dikenakan hari ini, tersimpan narasi perjuangan yang panjang. Malam-malam yang habis untuk penelitian, kelelahan yang sering kali dipendam dalam diam, hingga kegagalan yang harus dilalui dengan ketekunan luar biasa,” tutur Rektor Unsrat mengawali sambutannya.
Rektor Unsrat mengatakan, di atas segalanya, ada doa keluarga yang tidak pernah putus mengiringi setiap langkah tersebut.
Kebanggaan Kolektif
Menurutnya, pengukuhan itu bukan sekadar pencapaian atau kebanggaan pribadi. Ini adalah momen kemenangan bagi keluarga yang menjadi sistem pendukung utama. Bagi Universitas Sam Ratulangi yang terus memperkuat fondasi akademiknya.
” Bagi masyarakat Sulawesi Utara yang menaruh harapan pada pundak para ilmuwan ini,” tutur Rektor Unsrat.
Meneladani Semangat Ki Hajar Dewantara
Mengutip filosofi Ki Hajar Dewantara, Rektor Unsrat memaparkan, pendidikan adalah tempat bertumbuhnya budi pekerti dan pikiran. Dalam semangat itu, para guru besar hadir bukan hanya sebagai ilmuwan yang bergelut dengan teori, tetapi juga sebagai penuntun dan teladan.
“Di tengah dunia yang berubah sangat cepat dan teknologi yang berkembang melampaui imajinasi, bangsa ini tetap membutuhkan satu hal yang tidak boleh hilang: sosok manusia yang mendedikasikan hidupnya demi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan,” papar Prof Sompie.
Harapan untuk Masa Depan
Rektor Unsrat mengatakan, hari ini, Universitas Sam Ratulangi bersyukur atas pengukuhan 10 Guru Besar baru. Mereka diharapkan menjadi cahaya bagi generasi muda. Penggerak lahirnya inovasi-inovasi baru.
“Suara akademik yang mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Prof Sompie mengatakan, gelar itu bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar.
“Ilmu yang dimiliki harus terus hidup, dibagikan, dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.
Rektor Unsrat memberi apresiasi yang setinggi-tingginya diberikan kepada keluarga para guru besar atas cinta dan kesabaran yang luar biasa.
“Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, mari kita terus menyalakan api ilmu, merawat harapan, dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya. (yos)
Daftar Guru Besar yang Dikukuhkan
- Prof Ir Steaenie Edward Wallah MSc PhD IPU dari Fakultas Tekhnik yang membahas tentang Tekhnologi Material Beton.
- Prof Dr Ir Tinny Mananoma MT IPM ASEAN Eng dari Fakultas Tekhnik yang membahas tentang Rekayasa Sungai.
- Prof Dr Dolfie Paulus Pandara SPd MSi dari Fakultas MIPA, membahas tentang potensi air.
- Prof Dr Dra Henny Like Rampe MSi dari Fakultas MIPA yang membahas tentang Resistensi Tumbuhan.
- Prof Dr Joy Elly Tulung SE MSc PhD dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), membahas tentang Manajemen Keuangan, Tata Kelola Perusahaan, dan Lembaga Keuangan.
- Prof Ir Dedie Tooy MSi PhD dari Fakultas Pertanian, membahas tentang tekhnik Pertanian.
- Prof Dr Ir Dantje Tarore MS dari Fakultas Pertanian, membahas tentang Entomologi Pertanian
- Prof Dr Ir Betsy Agustina Naomi Pinaria MS, membahas tentang Mikrobiologi.
- Prof Dr Ir Leonardus Ricky Rengkung ME dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), membahas tentang strategi bisnis dan inovasi digital
- Prof Dr Cornelis Djelfie Massie SH MH dari Fakultas Hukum Unsrat.















