Ratusan Siswa SMAN 3 Bitung Antusias Belajar Jurnalistik dan Menangkal Hoaks

Suasana pelatihan jurnalistik yang digelar oleh Jurnalis Pendidikan Sulut (JPS) di SMAN 3 Bitung, Rabu (12/4/2023). (Foto: Dokumentasi JPS)

Bitung, DetikManado.com – Ratusan siswa SMAN 3 Bitung mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar oleh Jurnalis Pendidikan Sulut (JPS), bertempat di aula SMAN 3 Bitung, Rabu (12/4/2024).
Kegiatan ini diawali dengan dengan sambutan dari pihak SMAN 3 Bitung. Selanjutnya Ketua JPS Zulkifly Madina memberikan pengantar sebelum dimulainya pelatihan.
“Pelatihan ini untuk menambah wawasan dan ketrampilan siswa khususnya dalam bidang jurnalistik, diharapkan ke depan akan lahir jurnalis-jurnalis muda,” ujar Madina.
Setelah pembukaan, kegiatan pelatihan dimulai dengan materi pertama oleh Yoseph Ikanubun terkait Pers dan Jurnalistik. Dalam paparannya, Ikanubun membahas tentang sejarah pers, pengertian pers, jenis-jenis media massa, serta bagaimana kerja wartawan
“Pada prinsipnya wartawan melaksanakan kerja jurnalistik berdasarkan UU Nomor 40 tahun 1999. Wartawan adalah orang yang secara teratur menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Ikanubun yang juga Pemimpin Redaksi DetikManado.com ini.
Materi kedua disampaikan oleh Madina yang mengangkat topik terkait Tekhnik Wawancara dan Reportase. Dia membahas tentang pengertian wawancara dan reportase, serta bagaimana mempersiapkan sebuah reportase.
“Persiapan yang matang untuk melakukan wawancara menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam melakukan reportase di lapangan,” ujarnya.
Materi ketiga disampaikan Ikanubun yang membahas soal Mengenali dan Mencegah Hoaks. Ikanubun memaparkan tentang pengertian misinformasi dan disinformasi, juga jenis-jenis hoaks, serta bagaimana mencegah hoaks.
“Jangan langsung menyebarkan informasi yang diterima, sebelum kita telusuri dulu kebenarannya,” ujarnya.
Sesi terakhir disampaikan oleh Ferdinand Putong yang membahas Tekhnik Menulis Berita. Dia juga menyampaikan tentang pengertian, jenis, unsur, dan struktur berita.
“Yang perlu diperhatikan dalam penulisan berita adalah unsur-unsur dan struktur berita, agar lebih menarik,” ujar Putong.
Pada bagian akhir, para siswa diberi kesempatan untuk menulis sebuah berita singkat terkait kegiatan pelatihan tersebut. Beberapa siswa juga diberi kesempatan untuk mempresentasekan hasil berita yang sudah ditulis.
“Secara umum pelatihan ini berjalan dengan baik, para siswa juga sudah bisa menulis berita pendek terkait kegiatan ini. Tentu kemampuan menulis harus terus diasah,” ujar Putong yang juga Redaktur Pelaksana Barta1.com ini.

Komentar Facebook