Soal Penghargaan Adipura di Tomohon, Sejumlah Organisasi Kepemudaan Kritik Pemerintah

Ketua Barisan Adat dan Budaya Alfons Watulingas, Ketua PMKRI Tomohon Ceril Pukul dan Ketua Ikatan Mahasiswa Tomohon (IMT) Unima. (Foto. DetikManado.com/Stefanus Goni)

Tomohon, DetikManado.com – Sejumlah organisasi pemuda menanggapi persiapan Pemerintah Kota Tomohon menjelang penilaian dan penghargaan Adipura, yang akan dilaksanakan di Kota Tomohon, Sulut, Senin (3/10/2022).

Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiwa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tomohon Sanctus Malaikat Agung, Ceril J Pukul mengatakan dalam meraih penghargaan Adipura bukanlah hal yang mudah dicapai di sebuah kota.

Bacaan Lainnya

“Untuk meraih hal tersebut, Pemerintah Kota Tomohon harus terus berbenah dan mengembangkan inovasi,” katanya.

Ia menegaskan dalam pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan, tidak hanya karena ada penghargaan Adipura sehingga Pemerintah Kota Tomohon melakukan gerakan.

“Kiranya pemerintah harus komitmen bersama dengan tindakan nyata semua pihak untuk mengatasi persoalan-persoalan lingkungan,” tegas Ceril.

Sementara itu, menurut Ketua Barisan Adat dan Budaya (BAD), Alfons Watulingas, pemerintah hanya mengejar nama. Baginya, penghargaan tersebut tidak dimaknai sesungguhnya arti Adipura.

“Penataan lingkungan jangan hanya dilakukan pada saat-saat menjelang penilaian tapi harus menjadi kebiasaan dan budaya kita, sehingga menghasilkan masyarakat yang sadar lingkungan. Contoh saja yang belum bisa diatasi adalah pengolahan sampah di pasar, padahal pasar adalah salah satu destinasi wisata,” jelas Alfons.

Menurutnya, tujuan penghargaan Adipura adalah terciptanya pelaksanaan pengelolaan kebersihan yang berhasil guna dan berdaya guna, yang merupakan hasil proses pengelolaan, pelaksanaan hukum dan pemanfaatan biaya yang tersedia secara optimal serta meningkatnya peran serta masyarakat dalam kebersihan kota.

“Terciptanya lingkungan perkotaan yang bersih, hijau, teduh, indah dan nyaman, pengembangan sistem dalam menentukan alternatif penerapan teknologi tepat guna, terwujudnya peningkatan pengawasan dan pengendalian pencemaran di perkotaan, terciptanya koordinasi dan kerjasama antar instansi terkait,” jelas Alfons.

Selain Ceril dan Alfons, Ketua Ikatan Mahasiswa Tomohon (IMT) Universitas Negeri Manado (Unima), Zefanya Kauwoh menyampaikan, jika ditujukan ke tujuh poin dalam imbauan Pemerintah Kota Tomohon, tidak semua bergerak menurut pantauannya.

“Memang pemerintah melaksanakan bersih-bersih, tapi ada beberapa titik yang masih banyak tumpukan sampah seperti Pasar Tomohon, sungai jalan lingkar dan lorong-lorong yang ada di Kota Tomohon,” katanya.

Zefanya memaparkan sejumlah masukan untuk Pemerintah Kota Tomohon agar jelih dalam menata sampah. Ia menilai, pertama, menata kembali tempat sampah di pinggir-pinggiran jalan. Kedua, menegaskan kepada masyarakat untuk memilah sampah dari rumah.

“Seharusnya kalau tepat pada bulan Oktober ini ada penilaian Adipura, saat bulan September kemarin, Pemerintah Kota Tomohon bisa kerja sama dengan coreteam World Clean Day kota Tomohon di hari bersih-bersih se-dunia melaksanakan pembersihan di lokasi penilaian Adipura,” tambah Zefanya yang juga merupakan Sekretaris Coreteam WCD Tomohon. (Stefanus Goni)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait