Sitaro, DetikManado.com – Data terbaru korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut pada Senin (5/1/2026) dini hari, terus bertambah.
Hingga hari ini, Selasa (6/1/2026) pagi, total 14 orang dipastikan meninggal dunia, sementara empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Basarnas Sulut, George Randang, berdasarkan verifikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sitaro dan tim penanganan bencana.
”Hingga Selasa 6 Januari 2026 pukul 08.00 Wita, data korban yang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Pulau Siau sebanyak 14 orang,” ungkap Randang, Selasa pagi.
Sebaran Korban dan Upaya Pencarian
Selain korban meninggal dan hilang, Randang menyebutkan 18 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani penanganan medis.
Korban meninggal dunia teridentifikasi berasal dari empat kampung/kelurahan di Siau, yaitu:
Bahu: 8 orang
Laghaeng: 3 orang
Peling: 2 orang
Batusenggo: 1 orang
Sementara itu, empat korban hilang tersebar di dua lokasi, yakni Bahu (3 orang) dan Laghaeng (1 orang).
Tim Basarnas Sulut telah tiba di Pulau Siau pada Selasa dini hari, pukul 03.07 Wita, setelah berlayar menggunakan KM Marina Bay 01 dari Pelabuhan Manado pada Senin (5/1/2026) pukul 15.00 Wita. Mereka kini langsung menuju titik-titik lokasi terdampak untuk memulai operasi pencarian dan pertolongan.
”Tim Basarnas sudah tiba di Pulau Siau dari Pelabuhan Manado… dan langsung menuju titik pencarian korban,” kata Randang.
Dalam operasi ini, Basarnas Sulut membawa sejumlah peralatan dan logistik pendukung, antara lain kendaraan rescue, peralatan komunikasi, peralatan medis, mountaineering, serta tenda posko.
Bencana banjir bandang dilaporkan telah menghancurkan sejumlah desa di wilayah Pulau Siau. (yos)















