Langowan, DetikManado.com – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi pemuda yang meninggal tenggelam di tempat pemandian air panas Ranolewo, Kecamatan Langowan Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis.
“Korban diketahui bernama Faith Kapugu (18), warga Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat,” sebut Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng di Manado.
Nuriadin menjelaskan, korban sebelumnya dilaporkan tenggelam di lokasi pemandian air panas dengan titik perkiraan lokasi kejadian berjarak sekitar 33,79 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado.
Kronologi Kejadian
Remaja bernama Faith Kapugu (18) hilang diduga tenggelam saat mandi di kawasan pemandian air panas Danau Ranolewodi Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). Tim SAR gabungan telah turun ke lokasi kejadian melakukan pencarian.
“Faith warga Desa Tumaratas, Langowan Barat saat ini masih dalam status pencarian,” ujar Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Faith dilaporkan hilang saat mandi di kawasan pemandian air panas Ranolewo, Desa Toraget, Langowan Utara, Minahasa, Rabu (18/3/2026). Tim SAR sudah turun ke lokasi sejak dini hari tadi.
“Tim Rescue Basarnas Sulut tiba di lokasi hari ini pada pukul 00.20 Wita dan langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat,” ujarnya.
Setelah berkoordinasi dengan pemerintah setempat, tim melaksanakan asesmen awal guna menentukan langkah pencarian. Tim menggunakan alat deteksi Bawah air lebih dulu.
Tim kemudian melakukan penyisiran menggunakan jaring tali di sekitar titik hilangnya korban. Namun hingga pukul 02.40 Wita dini hari tadi, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
“Operasi SAR dilanjutkan kembali pada Kamis 19 Maret pukul 07.00 Wita dengan memperluas area pencarian. Peralatan SAR yang dikerahkan seperti kendaraan rescue, peralatan medis, peralatan selam, aqua eye, serta perlengkapan komunikasi,” ujarnya.
Korban Ditemukan Tewas
Sebagaimana laporan Komandan Tim Basarnas Sulut Andre Kembi, pada hari kedua operasi pada, Kamis (19/3/2026), Tim SAR Gabungan memulai kegiatan dengan pengarahan pada pukul 07.00 Wita dan pukul 07.30 Wita dilakukan penyisiran menggunakan jaring.
Metode ini dipilih karena kondisi suhu air yang berkisar antara 38°C hingga 45°C, bahkan dapat meningkat mendekati sumber air panas, sehingga tidak memungkinkan dilakukan penyelaman.
“Pada pukul 14.30 Wita, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, kemudian langsung dievakuasi ke RS Budi Mulia Langowan untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Polres Minahasa, Polsek Langowan Barat, Koramil Langowan, BPBD Minahasa, RAPI Minahasa, Inavis, pemerintah setempat, serta masyarakat.
Adapun peralatan yang digunakan dalam operasi meliputi rescue car, truk personil, rubber boat, peralatan medis, peralatan selam, Aqua Eye, perangkat komunikasi, serta peralatan pendukung lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di lokasi wisata alam, khususnya yang memiliki potensi bahaya seperti sumber air panas,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, George Randang.(yos)














