Waspada! Puncak Cuaca Ekstrem di Sulut Terjadi Akhir Pekan

Basarnas Sulut saat turun ke lokasi banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro pada, Selasa (6/1/2026).

Manado, DetikManado.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Provinsi Sulawesi Utara selama sepekan ke depan. Puncak risiko diperkirakan terjadi pada akhir pekan.

Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Kirana Husna, mengatakan peringatan tersebut berlaku hingga Minggu, 3 Mei 2026.

Bacaan Lainnya

Dalam periode awal pekan, kondisi cuaca di sebagian besar kabupaten dan kota diprakirakan relatif normal, mulai dari cerah hingga hujan ringan.

“Namun, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terutama pada Jumat dan Sabtu, saat potensi cuaca ekstrem meningkat di beberapa wilayah,” ujar Kirana.

Dia mengatakan, BMKG mencatat, pada Jumat potensi cuaca ekstrem berpeluang terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa, Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Sementara itu, pada Sabtu, potensi serupa meluas ke Kabupaten Minahasa, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

“Kondisi ini dipengaruhi oleh kuatnya Indeks Labilitas Lokal yang mendukung pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah,” ujarnya.

Selain itu, anomali suhu permukaan laut di Laut Sulawesi yang berkisar antara -0,5 hingga +2,0 derajat Celsius turut meningkatkan suplai uap air di atmosfer.

“Hal ini dapat memicu terbentuknya awan hujan yang lebih intens,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, serta kemungkinan peningkatan curah hujan harian yang signifikan.

“Kami ingatkan warga untuk terus memantau informasi cuaca terkini guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, maupun pohon tumbang,” tuturnya. (yos)


Pos terkait