Minahasa, DetikManado.com– Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado memperketat pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing melalui Operasi Gabungan (Opsgab) lintas instansi di Kabupaten Minahasa, Rabu (06/05/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh pelaku usaha dan tenaga kerja asing (TKA) patuh terhadap regulasi hukum yang berlaku di Indonesia.
Salah satu titik fokus operasi kali ini adalah PT Kawanua Konjac Nusantara yang berlokasi di Kawangkoan. Tim gabungan yang terdiri dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis melakukan audit mendalam terhadap administrasi perizinan hingga dokumen keimigrasian.
Kepala Kantor Imigrasi Manado, Alimuddin, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, melainkan upaya preventif menjaga kedaulatan hukum.
”Kami turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi dokumen perjalanan dan izin tinggal para tenaga kerja asing. Fokus kami adalah memastikan tidak ada penyalahgunaan izin tinggal di wilayah kerja kami,” ujar Alimuddin.
Dia menambahkan bahwa sinergi antar-instansi menjadi kunci efektivitas pengawasan di daerah yang memiliki aktivitas industri cukup tinggi.
”Sesuai semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’, kami ingin menciptakan iklim usaha yang sehat. Namun, kepatuhan terhadap aturan keimigrasian adalah harga mati. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan tegas sesuai undang-undang,” ujarnya menegaskan.
Hasil Pemeriksaan Lapangan
Selain memeriksa paspor dan izin tinggal TKA, tim juga meninjau langsung aktivitas operasional perusahaan. Beberapa poin utama dalam pengawasan ini meliputi Validitas Dokumen, yakni kesesuaian jabatan TKA dengan izin yang terdaftar. Selanjutnya kepatuhan operasional, pemeriksaan izin usaha dan standar ketenagakerjaan.
“Dilakukan pembinaan untuk memberikan arahan kepada pihak manajemen untuk memperbarui data secara berkala,” ujarnya.
Pihak PT Kawanua Konjac Nusantara merespons positif kehadiran tim gabungan tersebut. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus bersikap kooperatif dan meningkatkan kualitas kepatuhan operasional mereka.
Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif para pelaku usaha di Minahasa. (yos)















