Rare Indonesia Kembangkan PAAP, Menjaga Tabungan Ikan di Perairan Bolmong Timur

Rabu (20/5/2026), dilakukan patroli pengawasan di sekitar perairan Pantai Jiko. (Foto: Yoseph Ikanubun/Detik Manado.com)

Tutuyan, DetikManado.com – Rare Indonesia terus memaksimalkan Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) sejumlah wilayah di Sulut, salah satunya di Kabupaten Bolmong Timur. Mereka menggandeng masyarakat nelayan, pemerintah setelah serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan patroli laut.

“Program ini muncul sebagai respons atas keresahan para nelayan dalam lima tahun terakhir terkait penurunan hasil tangkapan,” papar Adrianus Malintoi dari Rare Indonesia saat diwawancarai di Pantai Jiko, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolmong Timur pada, Rabu (20/5/2026).

Bacaan Lainnya

Adrianus memaparkan, data menunjukkan bahwa nelayan harus melaut lebih jauh dibandingkan sebelumnya, namun tanpa kepastian hasil tangkapan yang memadai. Atas realitas itulah, pihaknya kemudian menggagas dan merealisaisikan Program PAAP di Kabupaten Bolmong Timur.

“Program PAAP dirancang bersama masyarakat untuk mengelola wilayah laut dengan cakupan 0 hingga 2 mil dari garis pantai,” ujarnya.

Dia mengatakan, di wilayah Bolaang Mongondow Timur atau Bolmong Timur, terdapat dua kelompok utama PAAP, yaitu Kelompok PAAP Jiko – Laga, dan Kelompok PAAP Komeke – Nanas. Setiap kelompok memiliki empat divisi fungsional yakni Divisi Pengawasan, Divisi Usaha, Divisi Penjangkauan, dan Divisi Pemantauan.

“Fokus utama hari ini adalah penguatan pada Divisi Pengawasan. Sejak awal tahun 2026 , agenda patroli rutin dilakukan minimal satu kali dalam sebulan untuk memastikan pengelolaan kawasan tetap terjaga,” tuturnya.

Salah satu kunci strategi dalam program ini adalah pembentukan Kawasan Larang Ambil (KLA). KLA merupakan kawasan kecil yang disepakati bersama sebagai tempat bertelur dan bereproduksi ikan secara alami.

“Tujuannya adalah agar ikan dapat tumbuh dewasa di area tersebut, lalu bermigrasi keluar ke kawasan PAAP lainnya di mana nelayan diizinkan untuk melakukan penangkapan,” papar Adrianus.

Adrianus Malintoi dari Rare Indonesia saat diwawancarai di Pantai Jiko, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolmong Timur pada, Rabu (20/5/2026). (Foto: Yoseph Ikanubun/Detik Manado.com)

Dia mengatakan, hingga saat ini, program PAAP telah menjangkau cukup banyak nelayan melalui kegiatan sosialisasi yang intensif. Untuk Kelompok PAAP Jiko – Laga, wilayah jangkauannya meliputi Desa Loyow hingga Motongad.

Sementara itu, Kelompok PAAP Komeke – Nanas juga telah mengunjungi beberapa desa di wilayahnya untuk memberikan edukasi dan mengajak nelayan untuk berpartisipasi dalam menjaga sumber daya laut.

Ketua PAAP Jiko – Laga, Tamsir Mamonto memaparkan, upaya pengawasan dan perlindungan di KLA itu dijalankan secara teknis oleh Kelompok PAAP Jiko – Laga. Sejumlah agenda utama PAAP Jiko – Laga adalah melakukan patroli pengawasan di wilayah KLA setidaknya satu kali setiap bulan.

“Saat bertemu nelayan di laut, tim patroli memberikan edukasi mengenai batas-batas wilayah yang dilarang untuk pengambilan ikan agar tidak terjadi pelanggaran,” tuturnya.

Sedangkan bagi masyarakat nelayan yang melanggar aturan di kawasan lindung akan ditindak tegas, karena pelanggaran tersebut dapat merugikan keberlangsungan hidup masyarakat nelayan secara luas.

“KLA ini difungsikan sebagai tabungan ikan,” ujarnya.

Tamsir Mamonto memaparkan, area KLA itu menjadi tempat bagi ikan untuk bertelur dan berkembang biak tanpa gangguan. Filosofinya adalah membiarkan ikan tumbuh besar di kawasan lindung, sehingga nantinya ikan-ikan tersebut akan keluar ke kawasan yang diperbolehkan untuk ditangkap oleh nelayan.

“Dengan demikian, stok ikan di laut akan tetap terjaga untuk jangka panjang,” ujarnya.

Sangadi Desa Molobog, Sandra Dewi Tololiu SPd. (Foto: Yoseph Ikanubun/Detik Manado.com)

Sementara itu, Sangadi Desa Molobog, Sandra Dewi Tololiu SPd memaparkan, laut bukanlah area yang bisa dieksploitasi sesuka hati, karena terdapat kawasan-kawasan khusus yang harus dilindungi demi keberlangsungan ekosistem. “Perlindungan ini sangat krusial, terutama bagi masyarakat di desa Molobog dan Desa Jiko yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup sebagai nelayan,” ujar Sandra Dewi Tololiu saat diwawancarai usai kegiatan patroli pengawasan.

Dia berharap, upaya perlindungan laut ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Dengan menjaga kelestarian laut, diharapkan pendapatan nelayan dapat stabil dan meningkat di masa depan,” tuturnya.

Diketahui, pada Rabu (20/5/2026), dilakukan patroli pengawasan di sekitar perairan Pantai Jiko yang melibatkan Rare Indonesia, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, Kelompok PAAP Jiko – Laga, TNI AL, Polri, Pangkalan PSDKP Bitung, Dinas Perikanan Bolmong Timur, serta SIEJ Daerah Sulut. (yos)


Pos terkait