Kunjungi Sulut, Menhan: Setiap Kabupaten Akan Ada Satu Batalyon Teritorial Pembangunan

Menhan saat diwawancarai wartawan di Lanud Sam Ratulangi Manado pada, Kamis (7/5/2026) sore. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado)

Manado, DetikManado.com – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin memulai kunjungan kerjanya di Sulut pada, Kamis (7/5/2026). Usai mengunjungi pendidikan tamtama di Kota Bitung, Menhan memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Sam Ratulangi Manado, Kamis sore.

“Setiap kabupaten itu akan ada satu batalyon teritorial pembangunan,” ujar Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.

Bacaan Lainnya

Menhan mengatakan, ada 514 kabupaten di Indonesia dan ini berarti akan ada 514 batalyon yang akan mendampingi kabupaten, bupati. Berdasarkan data yang ada, jumlah kabupaten dan kota di Indonesia sebanyak 514, yang terdiri dari kabupaten sebanyak 416 dan 98 kota.

“Nah, ini yang sedang kita kerjakan sekarang,” tutur Menhan.

Di samping itu, lanjut dia, Kementerian Pertahanan akan mengamankan kilang dan juga terminal-terminal Pertamina.

“Jadi cukup banyak yang saya harus lakukan meninjau pembangunan kekuatan pertahanan,” tuturnya.

Menhan mengatakan, kemudian TNI Angkatan Laut juga membangun, tapi kalau TNI Angkatan Laut kan berbeda peralatannya, TNI Angkatan Udara juga beda peralatannya.

“Kalau Angkatan Darat, ini memang harus membangun pangkalan,” tuturnya.

Dia mengatakan, harus lihat markas sampai dapurnya kayak apa. Karena prajurit itu, logistik paling penting.

“Saya harus lihat dapurnya kayak apa, menunya kayak apa. Nah, itulah semakin banyak kita turun ke bawah, banyak kita lihat keunggulan dan kelemahan,” ujarnya.

Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, memang harus komandan-komandan satuan itu sering turun ke lapangan dan melihat apa yang menjadi kekurangan-kekurangan dari masing-masing satuan. Hal itu juga sudah dia sampaikan kepada Panglima, kepada para Kepala Staf.

“Bahwa tugas kebijakan nasional kita membangun kekuatan. Sedangkan Panglima dan Kepala Staf tugasnya adalah membina dan menggunakan kekuatan,” tutur Menhan. (yos)


Pos terkait