Dalam 11 Hari, Polda Sulut Ungkap 5 Kasus Narkoba

  • Whatsapp
Polda Sulut dalam waktu 11 hari terhitung 7 November hingga 18 November 2020 berhasil mengungkap 5 kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Manado, Sulut. (Foto: Ist)

Manado, DetikManado.com – Polda Sulut melalui Ditresnarkoba dalam waktu 11 hari terhitung 7 November hingga 18 November 2020 berhasil mengungkap 5 kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Adapun kasus tersebut terdiri dari 4 kasus obat keras jenis trihexyphenidyl, seledryl, dan tramadol dan 1 kasus sabu.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, 5 kasus itu terjadi di Kota Manado berdasarkan 6 laporan polisi. Kasus tersebut diawali dengan penangkapan dua tersangka berinisial AK dan JB, Sabtu 7 November 2020 di Tuminting, Manado, Sulut.

“Dari keduanya didapati barang bukti sebanyak 693 butir obat keras jenis trihexyphenidyl,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, Selasa (24/11/2020) Siang.

Sedangkan hari Minggu 8 November 2020, polisi mengamankan tiga tersangka pengedar trihexyphenidyl berisinial IDP, MR, dan DK. Obat keras tersebut dikirim melalui salah satu jasa pengiriman barang.

“Tersangka IDP sebagai penerima barang, MR penyedia dana, dan DK pengedar. Barang bukti yang diamankan sebanyak 3.000 butir trihexyphenidyl,” tutur Abast.

Kemudian kasus ketiga diungkap pada Sabtu 14 November 2020 sekitar pukul 18.15 Wita. Polisi mengamankan tersangka berinisial RM beserta 1.000 butir rrihexyphenidyl dan 50 butir tramadol.

“Tersangka RM mengaku, obat keras tersebut dibeli melalui salah satu toko online, yang rencananya dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan,” jelas Kombes Pol Abast.

Selanjutnya kasus ke-4 adalah upaya penggagalan sabu ke Rutan Malendeng. Kasus ini diungkap pada Selasa, 17 November 2020, sekitar pukul 15.15 Wita.

“Tersangkanya berinisial RN. Ditangkap saat akan memasukkan sabu seberat 0,26 gram kepada dua penghuni Rutan Malendeng,” ungkap Abast.

Sementara itu, kasus ke-5, polisi mengamankan tersangka FFT atas kasus obat keras jenis trihexyphenidyl, seledryl, dan rramadol, Rabu 18 November 2020, sekitar pukul 17.30 Wita.

“Modusnya sama dengan kasus ketiga, yaitu membeli obat keras disalah satu toko online kemudian dikirim melalui jasa pengiriman barang. Tersangka FFT ditangkap di Jalan Siswa, Sario, Manado, setelah mengambil kiriman,” bebernya.

Barang bukti yang diamankan Polda Sulut. (Foto: Ist)

Dalam pengungkapan 5 kasus tersebut Ditresnarkoba Polda Sulut total mengamankan 8 tersangka beserta sejumlah barang bukti, terdiri dari 4.693 butir trihexyphenidyl, 50 butir tramadol, 1 paket sabu seberat 0,26 gram, 1 paket trihexyphenidyl, seledryl dan tramadol, serta data elektronik milik para tersangka.

“Seluruh tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolda Sulut untuk dimintai keterangan lebih mendalam. Dan kasus ini masih terus dikembangkan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya tersangka lain,” pungkas Abast.

Hadir dalam pengungkapan kasus ini Dirresnarkoba AKBP Indra Lutrianto Amstono. (ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *