Palu, DetikManado.com – Dampak gempa bumi magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah terus meluas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga meninggal dunia di Kabupaten Sigi, sementara puluhan lainnya luka-luka dan ratusan jiwa terpaksa mengungsi. Menanggapi situasi yang kian mendesak, Pemerintah Kabupaten Sigi kini tengah memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari.
Hingga Selasa (16/6) pukul 19.00 WIB, data BNPB mencatat sedikitnya 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak. Selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan 13 orang luka berat dan 25 orang luka ringan.
Kerusakan infrastruktur pun dilaporkan melonjak, termasuk amblasnya jalan provinsi yang menghubungkan jalur vital Palu–Sigi–Poso.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga dan percepatan penanganan medis di wilayah terdampak paling parah.
“Kami berduka cita atas satu korban jiwa di Kabupaten Sigi. Saat ini, fokus tim di lapangan adalah memastikan penanganan bagi 13 korban luka berat dan puluhan luka ringan mendapatkan perawatan intensif. Evakuasi dan kaji cepat terus dilakukan karena pendataan ini masih bersifat dinamis,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya di Jakarta.
Abdul Muhari juga menambahkan bahwa BNPB mendukung penuh langkah taktis pemerintah daerah dalam menetapkan status darurat demi mempercepat birokrasi bantuan.
“Langkah Pemkab Sigi untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sangat tepat agar pengerahan sumber daya manusia, logistik, dan peralatan bisa dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Pos lapangan juga sudah dipusatkan di Kantor Camat Nokilalaki untuk mengomandoi pelayanan warga,” tambahnya.
Sebaran Kerusakan dan Korban di 4 Wilayah
Berdasarkan data terkini, Kabupaten Sigi menjadi wilayah terdampak paling parah, disusul oleh Parigi Moutong, Kota Palu, dan Poso. Dampaknya di Kabupaten Sigi: 1 korban meninggal dunia, 13 luka berat, 22 luka ringan (total 272 jiwa terdampak). Kerusakan meliputi 47 unit rumah (12 rusak berat, 6 rusak sedang, 23 rusak ringan), 6 fasilitas ibadah, dan 2 gedung perkantoran.
Di Kota Palu: 2 warga luka ringan. Keretakan infrastruktur terjadi pada Jembatan III, serta kerusakan pada 1 hotel, 1 fasilitas umum, dan 1 tempat usaha. Selanjutnya di Kabupaten Poso: 1 warga luka-luka. Sebanyak 5 unit rumah rusak. BPBD setempat telah mendirikan tenda darurat di lingkungan RSUD Poso untuk mengantisipasi pasien akibat gempa susulan.
“Di Kabupaten Parigi Moutong ada 21 KK (40 jiwa) terdampak dengan kerusakan pada 15 unit rumah,” ujarnya.
Antisipasi Gempa Susulan
Hingga Selasa sore, aktivitas gempa susulan dilaporkan masih terus terjadi di sekitar episentrum. Warga diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang rumahnya mengalami kerusakan struktur.
BNPB bersama BMKG meminta masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak dan hanya memercayai informasi dari kanal resmi pemerintah. “Kami meminta warga tetap tenang dan tidak terpancing isu hoaks. Pastikan informasi yang diterima berasal dari BMKG dan BPBD setempat,” tutup Abdul Muhari. (yos)















