Diskusi PMII dan PMKRI di Minahasa: Pancasila dalam Pandangan Gereja Katolik

Diskusi “Pancasila Dalam Perspektif Gereja Katolik” antara PMII dan PMKRI di Minahasa, Sulut, Jumat (26/2/2021). (Foto: Istimewa)

Tondano, DetikManado.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Minahasa dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tondano mengadakan diskusi, Jumat (26/2/2021), di Asrama Bogani, Minahasa, Sulut.

Diskusi tersebut mengangkat tema “Pancasila Dalam Perspektif Gereja Katolik”, yang menghadirkan Pengurus Pusat (PP) Presidium Hubungan Perguruan Tinggi (PHPT) PMKRI, Damianus G Ohoiwutun.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, Ohoiwutun menerangkan pandangan gereja Katolik terkait Pancasila. Pada sila pertama, mengungkapkan kesadaran dan cita-cita para pendiri republik bahwa orang-orang Indonesia pada umumnya  adalah orang-orang yang percaya kepada Yang Ilahi.

“Sebagai orang beriman, kita pantas bersyukur bahwa para pendiri republik kita bersikap demikian. Yang Ilahi itu nyatanya memang ada. Ia maha berkuasa dan maha murah,” kata Ohoiwutun.

Pada sila kedua dalam Pancasila menjelaskan bahwa setiap orang di seluruh dunia memiliki hak untuk diperlakukan sebagai manusia dan memiliki kewajiban untuk memperlakukan orang-orang lain sebagai manusia pula. Gereja Katolik berkeyakinan bahwa setiap orang adalah citra Allah, yang memiliki martabat yang sedemikian luhur, sehingga ia tidak pernah boleh diperlakukan secara inhuman (tidak manusiawi).

Komentar Facebook

Pos terkait