Fakta Terbaru Terbakarnya KM Barcelona V: Jumlah Penumpang 678 Orang, Operasi Dihentikan

Operasi pencarian korban hilang dalam kasus terbakarnya KM Barcelona V masih terus dilakukan pada, Rabu (23/5/2025).

Manado, DetikManado.com – Kepala Basarnas Manado George LM Randang mengungkapkan sejumlah hal terkati perkembangan penanganan terbakarnya KM Barcelona V di perairan Pulau Talisei, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut, pada Minggu (20/7/2025) lalu.

Dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan pada, Senin (28/7/2025), Kepala Basarnas Manado menyampaikan Operasi SAR pencarian korban telah dihentikan. Untuk jumlah penumpang dan awak KM Barcelona V sebanyak 678 orang.

Bacaan Lainnya

“Operasi SAR dilakukan selama tujuh hari terhitung sejak Juli 2025 hingga 26 Juli 2025, dengan demikian Operasi SAR dinyatakan ditutup,” ujar Kepala Basarnas Manado George LM Randang.

Dia mengatakan, meski sudah dinyatakan ditutup, namun SAR gabungan masih melakukan pemantauan terkait dengan hilangnya dua penumpang KM Barcelona V. Pemantauan tersebut terus dilakukan oleh kelompok nelayan, kelompok wisata air, SAR Pos Likupang, TNI dan Polri, Pemkab Minahasa Utara, serta para pihak lainnya.

“Artinya setelah operasi SAR ditutup, bukan tidak ada aktivitas lagi. Jadi masih ada kegiatan pemantauan. Apabila ada tanda-tanda berkaitan dengan dua korban hilang tersebut, maka operasi SAR dapat dibuka kembali,” papar dia.

Hal menarik lainnya yang disampaikan adalah terkait jumlah penumpang serta awak kapal yang ternyata tiga kali lipat dari data manifest penumpang. Data manifest hanya 280 penumpang, namun data penumpang yang berhasil dievakuasi mencapai 673.

“Ada 673 penumpang yang berhasil diselamatkan. Tiga penumpang dinyatakan tewas, dua lainnya hilang,” ujarnya.

“Dua orang yang belum ditemukan yaitu Leivi Aiba dan Hamen Langinang,” ujarnya.

Diketahui KM Barcelona V bertolak dari Pelabuhan Lirung, Kabupaten Kepulauan Talaud, menuju Pelabuhan Manado. Pada Minggu (20/7/2025), kapal tersebut mengalami musibah kebakaran di perairan Pulau Talisei, Kabupaten Minahasa Utara.


Pos terkait