Germita Harus Mampu Menjadi Pemersatu dan Penyejuk

  • Whatsapp
Kegiatan Semiloka dilaksanakan pada 25-27 Juli 2019 di Jemaat Imanuel Kiama dan diikuti oleh para Pendeta, Vikaris, Penatua, Diaken Anggota Badan Pelaksana Harian Jemaat.

Talaud,DetikManado.com – Gereja Masehi Injili Talaud (Germita)  melaksanakan kegiatan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Ajaran Germita. Kegiatan Semiloka dilaksanakan pada 25-27 Juli 2019 di Jemaat Imanuel Kiama dan diikuti oleh para Pendeta, Vikaris, Penatua, Diaken Anggota Badan Pelaksana Harian Jemaat.

Ketua Umum Sinode Germita, Pdt Dr Arnold Abbas dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, dalam konteks bergereja, Germita harus mampu menjadi suluh dan pandu bagi perjalanan kehidupan masyarakat di Talaud, menjadi pemersatu bahkan penyejuk. “Gereja harus berdiri menciptakan persatuan sehingga dapat menghasilkan syalom dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Lanjut dia, sehingga dengan pelaksanaan semiloka dapat menghasilkan rumusan serta pandangan-pandangan Germita yang membangun kehidupan bergereja.

Diketahui, Semiloka merupakan program yang telah dicetuskan tahun lalu dalam rangka menyikapi isu aktual tentang tantangan mendasar yang dihadapi gereja, masyarakat, bangsa dan negara.

Kegiatan ini sesuai dengan misi Germita yakni menghadirkan syalom, damai sejahtera baik di Talaud dan dunia, Germita hadir untuk membangun dan menghadirkan perdamaian, menyejukkan dan mempersatukan masyarakat.

Inti dari pembahasan semiloka adalah menyangkut pandangan Gereja terhadap politik dan perkawinan, bagaimana sikap Germita memandang dan memaknai politik dan perkawinan dalam lingkup bergereja, bahkan menjangkau pergumulan-pergumulan di jemaat.

Pembukaan kegiatan dimulai dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt Mercy Matoneng selaku Korbid I Sinode Germita. Matoneng mengatakan, Semiloka adalah memontum berbenah diri sehingga menghasilkan ajaran yang sehat dan benar sebagai pedoman yang berdasarkan firman bukan karena kepentingan. “Sehingga menguatkan pengharapan kerinduan hasil Semiloka akan dihidupi secara teologis, secara iman,” tutur Matoneng.(joe)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *