Manado, DetikManado.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman Kantor Gubernur Sulut, Rabu (20/5/2026). Dalam momentum ini, tantangan bangsa ditegaskan telah bergeser ke arah transformasi digital dan perlindungan ruang siber bagi generasi muda.
Wakil Gubernur Sulut, Dr. Victor Mailangkay SH MH, yang bertindak sebagai inspektur upacara, membacakan sambutan resmi Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid. Peringatan tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Dalam pidatonya, Victor menyampaikan bahwa makna kebangkitan nasional saat ini harus diterjemahkan sebagai kemampuan bangsa dalam menghadapi peperangan informasi di era modern.
“Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Victor Mailangkay saat membacakan sambutan Menteri Komdigi.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah langkah tegas pemerintah dalam melindungi anak-anak di ruang siber melalui implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, atau yang dikenal sebagai PP TUNAS.
Melalui regulasi ini, pemerintah mulai memperketat ruang gerak digital generasi muda demi menjaga tumbuh kembang mereka.
“Kebijakan tersebut mencakup pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun guna menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai usia tumbuh kembang anak,” lanjut Victor.
Selain kedaulatan digital, upacara tersebut juga merefleksikan sejumlah program strategis nasional berbasis visi Asta Cita yang sedang digenjot pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM dan ekonomi akar rumput. Beberapa di antaranya meliputi Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan ekonomi desa lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Di akhir sambutan, Wagub Sulut mengajak seluruh elemen masyarakat di Bumi Nyiur Melambai untuk tidak membiarkan peringatan ini sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan sebagai pemantik gerakan bersama.
“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menyalakan api Boedi Oetomo dalam setiap lini kehidupan,” tegasnya.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Komandan Upacara Cliff Wangke, yang juga menjabat sebagai Kabid Kominfo Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DKIPS) Sulut. Agenda ini diikuti oleh seluruh jajaran pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. (yos)















