Kapolda Bali Bagi-Bagi Sepeda di Kampus Unsrat Manado

  • Whatsapp
Golose bersama Kumaat (kanan) dan Wakil Rektor I Unsrat Grevo Gerung.

Manado,DetikManado.com – Ada peristiwa menarik saat penutupan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Rabu (31/07/2019).

Kapoda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reihard Golose membagi-bagikan puluhan sepeda dan handphone serta hadiah lainnya bagi mahasiswa dan dosen yang hadir.

Bacaan Lainnya

Golose diundang oleh pihak Unsrat Manado untuk memberikan kuliah umum terkait Tantangan Kehidupan Kebangsaan Menghadapi Radikalisme dan Terorisme. Kuliah umum selama lebih kurang 3 jam itu dikuti dengan antusias oleh ribuan mahasiswa serta ratusan dosen yang memadati dua lantai Auditorium Unsrat Manado.

Apalagi di sela-sela penyampaian materi, Golose melemparkan sejumlah pertanyaan kepada para mahasiswa terkait Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kapoda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose.

Jendral bintang dua ini juga menguji pengetahuan mahasiswa dan dosen terkait hukum, politik dan diplomasi internasional. Bagi mereka yang menjawabnya dengan benar, Golose tak tanggung-tanggung memberikan hadiah sepeda. “Berikan dia sepeda, handphone, dan kaos Bali,” ujar Golose memerintahkan anak buahnya untuk memberikan hadiah kepada para mahasiswa.

Total ada 20 sepeda, puluhan handphone dan hadiah menarik lainnya yang dibagikan Golose selama kuliah umum tersebut. 

Golose bersama ibu foto dengan Kumaat dan sejumlah pejabat Unsrat serta mahasiswa.

Dalam pemaparannya, jendral asal Manado ini mengingatkan kepada keluarga besar Unsrat Manado untuk mewaspadai faham radikalisme dan gerakan terorisme yang menyasar kampus. “Ingat, yang disasar biasanya adalah fakultas eksakta. Jangan beri ruang untuk radikalisme dan terorisme di kampus Anda,” ujarnya.

Rektor Unsrat Ellen Joan Kumaat mengatakan materi yang diberikan Kapolda Bali sangat bermanfaat apalagi terkait dengan radikalisme di kampus. “Soal radikalisme di kampus Unsrat, sejauh ini yang saya pantau tidak ada. Ini juga sudah saya sampaikan ke Pak Golose,” ujar Ellen.

Meski demikian, Ellen mengatakan, pihaknya tetap mewaspadai segala bentuk gerakan terselubung yang mengarah pada radikalisme dan terorisme. “Pak Kapolda tadi berpesan untuk tetap berhati-hati karena kita tidak pernah tahu karena hal itu terselubung. Nanti pecah kalau sudah besar, jadi kita harus tetap hati-hati,” ujar Ellen.(joe)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *