Kasus SMK Ichthus Manado, dan Lemahnya Kinerja Pengawas Sekolah

  • Whatsapp
Koordinator Pengawas SMA/SMK Sulut Dr Hermanus Bawuoh MSi.

Manado, DetikManado.com – Kasus penikaman guru agama di SMK Ichthus Manado oleh salah seorang siswa di sekolah itu juga dipicu oleh lemahnya kinerja para Pengawas Sekolah. Bahkan dari data yang ada, sejak SMK Ichthus berdiri di tahun 2017, tercatat hanya 3 kali Pengawas Sekolah mendatangi sekolah tersebut.

“Kasus yang terjadi di SMK Ichthus ini harus dilihat secara komprehensif. Mengukur peran Dinas Pendidikan bersama jajarannya, termasuk para Pengawas Sekolah,” ujar salah satu pemerhati pendidikan yang enggan namanya dikorankan.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, jika Pengawas Sekolah menjalankan perannya dengan baik mengevaluasi dan mengawasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  serta 8 standar pendidikan, tentu bisa dilihat sekaligus diantisipasi persoalan yang terjadi. “Pengawas Sekolah harusnya paling tahu kondisi sekolah, layak atau tidak. KBM berjalan dengan baik atau tidak, juga sarana dan pra sarana,” tandasnya.

SMK Ichthus Manado yang terletak di Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Manado.

Kepala SMK Ichthus Manado Katharina Lapagu SPd didampingi salah seorang guru Nevita Wantania saat ditemui wartawan di sekolahnya, Senin (04/11/2019), mengungkapkan sejak sekolah itu berdiri di tahun 2017, pihaknya punya komitmen kuat untuk mengembangkan lembaga pendidikan itu. Pengembangan itu baik secara fisik sarana dan pra sarana termasuk perangkat pembelajaran. “Namun memang kami kurang mendapat bimbingan dari Pengawas Sekolah. Padahal kami berharap ada koreksi dan catatan dari Pengawas Sekolah sehingga kami bisa berbenah,” ujarnya sambil menambahkan, sejak sekolah itu berdiri sudah hampir 3 tahun, hanya 3 kali dikunjungi oleh Pengawas Sekolah.

Katharina mengatakan, kedatangan Pengawas Sekolah itu hanya untuk meminta data jumlah siswa di sekolahnya.

Koordinator Pengawas SMA/SMK Sulut Dr Hermanus Bawuoh MSi saat dikonfirmasi mengatakan, tugas pengawasan ke SMK Ichthus Manado menjadi tanggung jawab Koordinator Pengawas Manado. “Saya hanya mendapat laporan dari Koordinator Manado. Selama ini sudah 3 kali Pengawas Sekolah yakni Husein Otaya mendatangi sekolah itu,” ujar Bawuoh saat dikonfirmasi, tadi malam.

Husein yang dihubungi juga mengakuinya. “Sudah tiga kali saya mendatangi sekolah itu, sejak izin operasionalnya keluar,” ujarnya. (joe/ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait