Kenapa Harus Sarhan?

  • Whatsapp

Minahasa Utara, DetikManado.com – Saat ini nama Sarhan Antili menjadi pembicaraan hangat, baik ditingkat pejabat maupun para pengamat politik.

Ternyata hal ini terkait dengan pemilihan bupati di wilayah Kabupaten  Minahasa Utara (Minut). Sarhan Antili adalah anggota DPRD Minahasa Utara. Namanya saat ini disebut – sebut yang paling layak mendampingi Shintia G. Rumempe (SGR) dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai calon Wakil Bupati Minut di Pilkada 2020.

Muat Lebih

Sarhan, saat dikonfirmasi terkait namanya yang berpeluang besar bersanding dengan SGR, tak menampik. Tapi dirinya menyerahkan sepenuhnya pada aturan partai Nasdem. Saat ini di DPRD Minut, PKB dan Nasdem berkoalisi dan memenuhi syarat sebagai partai pengusung calon bupati/wakil bupati.

Saat disinggung penyebab dirinya sudah 4 periode duduk di DPRD Minut? Dengan tegas beliau menjawab, loyalitas. “Hanya loyalitas kepada masyarakatlah membuat saya dipercaya untuk duduk lagi di DPRD. Tanpa kepercayaan dari masyarakat, saya bukan siapa – siapa,” jelas Sarhan ke DetikManado.com, Rabu (22/01/2020) saat ditemui di pesisir pantai Likupang.

Tapi kenapa harus Sarhan? Apakah tak ada figur lain? Pertanyaan – pertanyaan seperti itu yang saat ini terus didengungkan. Menurut sebagian masyarakat Minut, Sarhan adalah tokoh yang menjunjung tinggi kebhinekaan di tanah air, Sarhan layak sebagai calon Wakil Bupati Minut. “Toleran, kata yang paling tepat menggambarkan sikapnya terhadap keanekaragaman suku, agama, dan budaya. Kapasitas Sarhan dalam dunia politik tak diragukan lagi. NKRI merupakan komitmen kuat dalam setiap napasnya,” ujar masyarakat di pesisir pantai Likupang, Minahasa Utara.

 Diketahui Sarhan Antili pernah menjabat sebagai Ketua GP Ansor Kabupaten Minut dan saat ini sebagai penasehat GP Ansor. Eksistensi Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak diragukan lagi.

Dia juga Ketua Partai Kebangkitan Bangsa, partai yang lahir dari rahimnya Nahdlatul Ulama, yang didirikan oleh ulama besar KH Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur.(rau)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *