Neraca Perdagangan RI Surplus 25,08 Miliar Dolar AS, Sambuaga : Tertinggi Sepanjang Sejarah

Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga saat jumpa pers usai membuka Seminar Kebijakan Perlindungan Konsumen Bagi Pelaku Usaha di Manado, Jumat (05/11/2021). (foto : Rafsan/detikmanado.com)

Manado, DetikManado.com – Neraca Perdagangan Republik Indonesia berhasil mencapai surplus 25,08 miliar dolar AS atau 3.592 triliun Rupiah sepanjang periode Januari hingga September 2021.

Angka tersebut jauh melampaui periode yang sama di tahun sebelumnya yakni sebesar 13,35 miliar dolar AS.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga memastikan data tersebut bukanlah klaim sepihak Kemendag RI namun berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“(Angka) ini valid dan independen dari BPS per september 2021, kemudian merupakan rekor tertinggi yang pernah dicapai sepanjang sejarah kita,” ujar Sambuaga saat membuka Seminar Kebijakan Perlindungan Konsumen Bagi Pelaku Usaha di Hotel Luansa, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (06/11/2021) pagi.

Sambuaga memaparkan, capaian dimaksud berkat ekspor Indonesia pada sektor non migas yang mendominasi lebih dari 95 persen neraca surplus perdagangan yakni 19,67 miliar dolar AS.

Sedangkan untuk ekspor komoditas berbasis sumber daya alam migas, batu bara serta produk manufaktur besi dan baja di angka 0,98 miliar dolar AS.

“Jadi ini bukan hanya kerja keras Pemerintah (pusat) saja namun lintas lembaga dan juga Pemerintah Daerah, karena produk ekspor kita hampir seluruhnya berasal dari daerah,” lanjut dia.

Program pengembangan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang masif digalakkan Pemerintah RI guna menopang perekonomian masyarakat yang tengah terdampak pandemi Covid-19, jadi salah satu faktor peningkatan surplus neraca perdagangan RI di level tertinggi pada tahun 2021.

“Jadi surplus itu kan definisinya ekspor lebih besar dari impor. Dan ini suatu prestasi yang membanggakan kita semua, artinya ini memberikan kita optimisme,” pungkas Wamendag RI.

Diketahui negara Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang dan sebagian Uni Eropa jadi sasaran ekspor non migas Indonesia, belum lagi permintaan pemulihan global.

Tren positif ini kembali menguatkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara ekspor non migas terbesar di Asia khususnya Asia Tenggara (Asean). (Rad)

Komentar Facebook