Bitung, DetikManado.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 Bitung menyatakan kesiapan penuh menghadapi lonjakan arus penumpang, kapal, dan barang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan guna memastikan layanan kepelabuhanan berjalan aman dan lancar.
General Manager Pelindo Regional 4 Bitung, James David Hukom, mengatakan kesiapan tersebut mencakup seluruh aspek operasional, mulai dari infrastruktur, fasilitas terminal penumpang, dermaga, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang siaga 24 jam.
“Kami menyiapkan seluruh aspek operasional untuk mengantisipasi peningkatan arus penumpang, kapal, dan barang yang rutin terjadi saat Nataru. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap aman, nyaman, dan lancar,” kata James, Senin (29/12/2025).
Selain itu, Pelindo juga melakukan optimalisasi layanan terminal penumpang, peningkatan kebersihan dan kenyamanan, serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan seperti KSOP, operator kapal, aparat keamanan, dan instansi terkait lainnya.
Sementara itu, Manager Pelayanan Barang dan Rupa-Rupa Usaha Pelindo Regional 4 Bitung, Harun Wahab, mengungkapkan berdasarkan data arus penumpang Nataru 2025/2026, tercatat sekitar 65 kunjungan kapal domestik di Pelabuhan Bitung.
“Jumlah penumpang yang naik tercatat 6.941 orang, sementara penumpang yang turun mencapai 7.839 orang,” ujar Harun.
Ia menjelaskan lonjakan arus penumpang terjadi pada beberapa tanggal tertentu. Pada 19 Desember 2025, kapal KM Tilongkabila dan KM Tatamailau mengangkut total 3.602 penumpang.
Kemudian pada 25 Desember 2025, KM Labobar mencatat 3.976 penumpang, serta pada 29 Desember 2025, KM Nggapulu membawa 1.969 penumpang.
Menurut Harun, pertumbuhan arus penumpang tersebut dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat antarwilayah, peningkatan frekuensi kapal penumpang, serta optimalisasi layanan terminal yang terus dilakukan Pelindo Regional 4 Bitung.
“Momentum Nataru ini penting untuk memastikan standar pelayanan minimum terpenuhi, sekaligus menjaga kelancaran arus logistik yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” jelasnya.
(Jamal Gani)















