Penamatan Siswa SMAN 1 Tombariri, Alex Pungus: Jangan Bikin Beban Orang Tua dan Negara

Kepala SMAN 1 Tombariri Alex Pungus SPd MAP foto bersama sebagian siswa dan guru saat penamatan siswa kelas XII pada, Senin (19/5/2025).

Tanawangko, DetikManado.com – SMAN 1 Tombariri menggelar penamatan 156 siswa Kelas XII dalam suatu Ibadah Syukur yang digelar pada, Senin (19/5/2025). Kepala SMAN 1 Tombariri Alex Pungus SPd MAP menyampaikan sejumlah pesan pentingnya.

Rangkaian kegiatan penamatan siswa SMAN 1 Tombariri yang terletak di Kabupaten Minahasa, Sulut ini diawali dengan Ibadah Syukur, dilanjutkan dengan pembacaan siswa berprestasi di masing-masing rombongan belajar (rombel) Kelas XII, serta penyerahan piagam penghargaan bagi para juara.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Alex Pungus mengucapkan syukur atas keberhasilan yang dicapai oleh 159 siswa yang dinyatakan lulus. Ada 2 siswa yang tidak lulus, karena tidak mengikuti ujian sekolah.

“Selamat bagi kalian yang telah lulus, jangan cepat puas dan tetap terus belajar,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, agar para siswa yang baru lulus agar berusaha untuk melanjutkan kuliah dan menjadi sarjana. Bagi yang memilih untuk bekerja, silahkan seriusi pekerjaannya.

“Jangan jafi penganggruan, jangan bikin beban orang tua dan Negara,” ujarnya.

Alex Pungus mengatakan, pemerintah juga membuka peluang masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Sekolah Kedinasan. Di mana setelah lulus sekolah, langsung mendapatkan pekerjaan.

“Silahlan mendaftar. Itu peluang bagi anak SMA, tapi banyak yang tidak manfaatkan peluang itu,” tuturnya.

Kepada para orang tua, Alex Pungus juga berpesan agar mendukung anak-anak mereka yang akan melanjutkan kuliah. Tahun lalu misalnya, ada siswa yang lolos kuliah di Jawa tapi tidak diijinkan oleh orang tua.

“Jangan orang tua malah nda kase (tidak mengijinkan), padahal kuliah di Jawa. Jangan ragu, itu peluang,” tuturnya.

Berdasarkan data yang disampaikan pihak panitia, dari jumlah total siswa Kelas XII SMAN 1 Tombariri sebanyak 161 orang, ada sebanyak 159 siswa yang dinyatakan lulus. Sedangkan sebanyak dua orang tidak lulus, sehingga prosentase kelulusan sebesar 98,38%. (Yoseph Ikanubun)


Pos terkait