Pernyataan Ketua HMI MPO Manado Menyambut Pilkada 2020

  • Whatsapp
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Manado memberikan pesan moral terkait Pilkada 2020.

Manado,DetikManado.com-Aroma pertarungan politik tahun 2020 di Indonesia semakin dekat, termasuk di Sulawesi Utara (Sulut) sudah mulai tercium di berbagai media. Strategi jitu pun mulai digaungkan para elit politik untuk mengikat hati masyarakat yang menjadi ujung tombak para kontestan agar terpilih dalam mengatur masa depan daerahnya.

“Dalam momentum lima tahun sekali itu masyarakat yang akan memberikan hak suara tentu akan disuapi dengan ucapan-ucapan dari para elit politik yang datang dari berbagai latar belakang berbeda-beda serta kendaraan (partai) berbeda untuk mewarnai jalannya demokrasi tersebut,”kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Manado Didink Mahyun kepada DetikManado.com, Rabu (17/07/2019).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, kata Mahyun, sekolah gratis, kesehatan gratis, beasiswa, dan masih banyak lagi yang entah itu akan dipenuhi atau hanya menjadi pemanis dalam orasi politik (kampanye) akan menjadi bumbu dalam jalannya perhelatan pesta demokrasi itu.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Manado Didink Mahyun.

Dikatakannya, jika para elite politik membutuhkan masyarakat dalam memberikan dukungan bagi mereka untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka sudah kewajiban bagi para elite politik juga untuk memberikan apa yang seharusnya dibutuhkan oleh masyarakat. Jika terpilih dalam menjalankan roda kepemerintahannya nanti. “Jangan hanya datang kepada rakyat ketika butuh dan tak menghiraukan rakyat ketika sudah mendapatkan apa yang di butuhkan,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, jangan jadikan pesta demokrasi ini sebagai alat untuk memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat karena kepentingan pribadi. Namun, jadikan pesta demokrasi ini sebagai ajang di mana rakyat mendapatkan kebebasan untuk menentukan pilihannya.

Dia menambahkan, berikan pendidikan bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka sebagai mana mestinya, hindarkan permainan politik yang kotor dengan membel dan membayar suara rakyat (money politic). Sebab, terkadang suara rakyat selalu dibeli dan dibayar oleh para elit politik dan ini sudah menjadi rahasia umum. “ Maka mari kita tunjukan bahwa demokrasi di Sulut bersih dari yang namanya money politic dan memberikan pemahaman yang seharusnya dalam penggunaan hak pilih masyarakat,”tandasnya.(hs)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *