PMKRI Siapkan Calon Relawan Untuk Tanggulangi Covid-19

  • Whatsapp
Ketua Presidum terpilih PP PMKRI Benidiktus Papa.

Tondano, DetikManado.com – Penyebaran Virus Corona di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Hari ini, Kamis (26/03/2020) terdapat adanya peningkatan kasus positif sebanyak 790, pasien sembuh 31 dan meninggal dunia 58 orang.

Pengurus Pusat PMKRI menilai, Virus Corona merupakan masalah yang harus diselesaikan bersama, sehingga partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Selain mengikuti protokol penanganan Covid-19 oleh pemerintah, masyarakat juga harus bergerak menjadi relawan.

Bacaan Lainnya

Merespon angka penyebaran Covid-19 yang semakin membludak, Ketua Presidum terpilih PP PMKRI Benidiktus Papa menyatakan PMKRI sedang berusaha menyiapkan calon relawan PMKRI Peduli di semua cabang.

“Kami sedang berupaya menyiapkan kader-kader di seluruh cabang se Indonesia untuk bergerak menjadi relawan dalam menangani pandemi Covid-19,” tutur Benidiktus, Kamis (26/03/2020) di Jakarta, melalui rilis yang diterima.

PMKRI, lanjutnya sedang menyiapkan calon relawan dalam percepatan penanggulangan Covid-19.

“Kita sudah bersurat ke semua cabang, agar masing masing cabang PMKRI bisa mengambil bagian dalam penanganan Virus Covid-19 ini,” imbuhnya.

Putra asal Toraja itu menambahkan, relawan dari kader PMKRI akan bergabung dalam Jaringan Katolik Melawan Covid -19 dan Satgas Covid-19 Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI.

Beni menyatakan, PMKRI sedang mendata anggota di seluruh cabang prioritas anggota dari Fakultas Kedokteran/Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan untuk disiapkan menjadi calon relawan.

“Nantinya anggota yang terdaftar akan diberikan pelatihan yang akan dilakukan sesuai standar medis di masing-masing daerah. Setelah itu akan terjun langsung dalam penanganan Covid-19, namun tetap mengikuti protokol pemerintah,” ungkapnya.

Sampai hari ini, lanjutnya, sudah ada beberapa anggota dari beberapa cabang yang mengonfirmasi menyatakan kesediaan menjadi relawan.

“Di samping kita menyiapkan calon relawan, kita juga aktif melakukan kampanye di media sosial untuk mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk selalu mendengarkan himbauan para medis tentang bahaya Covid-19 termasuk mengajak kader untuk menjadi pelopor kesehatan di masing-masing cabang,” katanya.

Selain itu, Beni menggambarkan, partisipasi nyata yang hari ini dilakukan kader PMKRI untuk meminimalisir kasus penyebaran Covid-19 adalah seperti yang digelar oleh PMKRI Cabang Maumere dengan melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa tempat.

“Kita juga berharap teman-teman di setiap cabang lain dengan jejaring masing-masing bisa berkontribusi dalam melawan Covid-19,” tegasnya.

Hal ini menurutnya dilakukan sebagai tanggung jawab PMKRI untuk bangsa Indonesia melawan pandemi covid-19.

Terkait rencana itu, Ketua PMKRI Manado Rio Luntungan mendukung gerakan kepedulian ini. Ia mengatakan, persebaran Virus Corona Covid-19 semakin banyak, tentu dibutuhkan banyak anggota PMKRI di bidang kesehatan.

“Untuk menunjang pencegahan ini tentu sesuai dengan standar prosedur kesehatan yang ditetapkan,” imbuhnya melalui pesan singkat kepada media ini, Kamis (26/03/2020).

PMKRI Manado kata Luntungan, Minggu lalu sudah memberikan vitamin gratis untuk masyarakat yang menggantungkan nasib pada kerja harian, tentu dengan alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan dan handsanitizer.

“Gerakan kepedulian ini diperlukan agar kita bisa saling menopang melawan COVID-19,” katanya.

Ia berharap, masyarakat dapat menghindahkan imbauan dari pemerintah untuk tetap tinggal di rumah. Jika tidak ada keperluan mendesak untuk keluar guna memutus mata rantai persebaran.

“Tetap mempercayakan para tim kesehatan yang menangani, dan terus berdoa untuk kesembuhan dunia,” pungkasnya.

Ketua PMKRI Tondano Anthoni Talubun mengatakan, penyiapan anggota PMKRI menjadi relawan adalah langkah awal dan baik. PMKRI mempunyai tanggung jawab terhadap bangsa, terutama menyikapi pandemi Covid-19.

“Untuk itu, saya berharap, relawan ini segera dibentuk. Tetapi memperhatikan ketentuan-ketentuan umum, seperti mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan yang diutamakan,” ucapnya.

Ia mengatakan, selain mahasiswa jurusan lain dapat ditambahkan. “Ini kan bukan permasalahan yang umum, tetapi ini (Virus Corona) sudah khusus, apalagi virus,” imbuh Talubun sambil menambahkan, dunia kedokteran punya spesialisasi untuk berbagai macam penyakit. (rf)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *