Sejumlah Pemain Ikut Laga Tarkam, Pengawasan Manajemen Sulut United Lemah?

  • Whatsapp
Kegembiraan manajemen, staf pelatih, dan para pemain Sulut United usai mengalahkan PSBS Biak di laga awal kompetisi musim 2020.

Manado, DetikManado.com – Di tengah euforia kemenangan Sulut United atas PSBS Biak dalam laga away di Papua, kabar kurang sedap berhembus terkait sikap indisipliner sejumlah pemainnya.

Meski sudah berstatus profesional, namun sejumlah pemain Sulut United masih terlibat laga antar kampung (tarkam) atau mengikuti kompetisi futsal yang digelar di Manado. Pihak manajemen dinilai lemah dalam pengawasan terhadap para pemainnya.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah pemain mengikuti kompetisi sepak bola yang digelar di Manado, beberapa saat sebelum bergulirnya Kompetisi Liga 2. Padahal di saat yang sama Sulut United tengah mempersiapkan diri mengikuti musm kompetisi 2020. Bahkan dari foto yang beredar di medsos, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini terlihat foto bersama tim lokal. Informasi lainnya menyebutkan, ada pemain lain yang mengikuti tarkam hingga keluar Manado.

Selain pertandingan sepak bola antar klub lokal, 2 pemain Sulut United juga terlibat kompetisi futsal yang diselenggarakan di Manado pada awal Maret 2020. Dua pemain itu berposisi sebagai bek dan second striker. Hanya saja, pemain kedua ini tidak sempat diturunkan karena namanya tidak terdaftar di panitia pelaksana. Hanya pemain yang berposisi sebagai bek yang diturunkan dalam pertandingan itu.  

Manajer Sulut United Muhammad Ridho saat dikonfirmasi DetikManado.com menyatakan, akan memastikan informasi tersebut. “Jika benar, ada sanksi. Soal sanksi itu internal klub,” tandas Ridho saat dihubungi, Senin (16/03/2020).

Disinggung soal lemahnya pengawasan Manajemen Sulut United terhadap keberadaan para pemainnya, Ridho mengatakan, semua tahu bahwa manajemen tidak mungkin mengikuti para pemain setiap hari. “Atau menanyakan dia mau ke mana dan ngapain, semua akibat dari tindak tanduk pemain. Jika melanggar, sudah diatur di dalam kontrak dan regulasi klub,” tegasnya.

Ridho menambahkan, para pemain dikontrak profesional dan bukan lagi seperti kelompok umur yang harus diawasi 24 jam. “Harusnya mereka punya tanggung jawab terhadap profesinya,” pungkas Ridho. (joe)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar