Tarkam di Langowan, Siswa Tewas dan Sejumlah Warga Terluka

  • Whatsapp

Tondano, DetikManado.com – Tawuran antar kampung (Tarkam) terjadi antar kelompok Desa Karondoran dan Sumarayar terjadi, Minggu (02/02/2020) sekitar pukul 02.20 Wita dini hari.

Kejadian itu terjadi di perbatasan kedua desa di Langowan Timur, Minahasa, Sulut.

Bacaan Lainnya

Seorang korban yang berstatus siswa asal Desa Karondoran berinisial JL (17), tewas dengan luka tusuk di bagian badan. Kapolsek Langowan Iptu Ferdy Suluh SH membenarkan peristiwa tersebut. “Sementara pelaku masih dalam pengejaran. Korban mengalami luka tusuk dengan menggunakan senjata tajam dan mengenai pada bagian badan korban,” ujarnya.

Kejadian tersebut berawal ketika terjadi keributan sekitar pukul 01.00 Wita antar kedua kelompok desa yang diwarnai saling lempar batu. Tak lama kemudian, Suluh bersama Polsek Rayon dan pemerintah kedua Desa sempat berusaha melerai kedua kelompok yang bertikai dan diarahkan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing.

Akan tetapi, kelompok pemuda dari desa Karondoran ternyata tidak pulang, namun berpindah lokasi ke arah jalan raya, kompleks Indomart, perbatasan antara kedua desa. Saling serang terjadi dengan menggunakan sajam.

Akibatnya, salah satu warga Desa Karondoran mengalami luka terkena tombak di bagian rusuk sebelah kanan dan paha bagian kiri. Ia sempat dilarikan ke RS Budi Setia Langowan, tetapi tidak tertolong hingga akhirnya meninggal dunia. Selain itu, beberapa warga mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Pasca kejadian, Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK dan Wakapolres Kompol Farly Rewur SH MM melakukan pengamanan di dua desa yang bertikai.

Pihak kepolisian juga memberikan himbauan Kamtibmas dengan cara beribadah bersama warga jemaat dan menyampaikan pesan Kamtibmas serta melakukan penggalangan terhadap tokoh-tokoh agama, masyarakat dan pemuda.

Kapolres Minahasa melalui Kasubag Humas AKP Ferdy Pelengkahu SH mengatakan, saat ini pihak Polres Minahasa mengimbau agar semua menahan diri dan tetap menjaga keamanan bersama. “Dan menyerahkan penanganan permasalahan kepada aparat kepolisian dan para tersangka masih dalam pengejaran,” jelas Pelengkahu.(rf)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *