Tim Katekese Paroki Karombasan Manado Dilantik Saat Perayaan Ekaristi, Siap Menjadi Pewarta Air Hidup

Tim Katekese Paroki Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan Manado.

Manado, DetikManado.com – Suasana khidmat menyelimuti Perayaan Ekaristi Minggu di Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, Minggu (08/03/2026).

Di tengah perayaan iman umat, Pastor Paroki Herry Zeth Purasa MSC secara resmi melantik Tim Katekese Paroki Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, sebuah momentum penting bagi pelayanan pewartaan iman di lingkungan paroki.

Bacaan Lainnya

Pelantikan tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna. Di hadapan umat yang memadati gereja, para anggota tim katekese berdiri dengan penuh kesadaran akan tugas perutusan mereka: menjadi pengajar iman dan pendamping rohani bagi umat.

Dalam homilinya, Pastor Herry mengangkat bacaan Injil tentang percakapan Yesus dengan perempuan Samaria di sumur Yakub. Kisah itu, menurutnya, menggambarkan kerinduan terdalam manusia akan makna hidup.

“Manusia membutuhkan air untuk hidup. Tetapi lebih dari itu, manusia membutuhkan Yesus sebagai sumber air hidup yang abadi,” ungkap Pastor Herry.

Ia menegaskan bahwa sepanjang hidupnya manusia selalu bergulat dengan pertanyaan mendasar: Apa makna hidupku di hadapan Tuhan dan sesama? Dalam Injil, Yesus menjawab kegelisahan itu dengan sabda yang meneguhkan: siapa saja yang minum air yang Ia berikan tidak akan haus lagi, bahkan memperoleh hidup yang kekal.

Bagi Pastor Herry, pesan Injil tersebut menjadi dasar panggilan seorang katekis. Seorang pewarta iman tidak sekadar menyampaikan pengetahuan, tetapi mengajak umat untuk mengalami Kristus sebagai sumber kehidupan.

“Seorang katekis harus menjadikan Yesus sebagai sumber hidup dan inspirasi dalam setiap pewartaan,” ujarnya menegaskan.

Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan katekese adalah panggilan yang menuntut kerendahan hati dan kesetiaan. Dalam pembekalan kepada tim katekese pada pekan sebelumnya, Pastor Herry telah memberikan pesan peneguhan yang kembali ia ulangi pada momentum pelantikan tersebut.

“Tuhan tidak memanggil orang yang sempurna. Tetapi Tuhan menyempurnakan mereka yang dipanggil. Karena itu, mari melayani dengan setia. Dalam kesetiaan itulah Tuhan bekerja,” ujarnya memberi semangat.

Dia mengatakan, para katekis adalah “pejuang iman” yang dipanggil untuk menyalakan kembali api pengharapan di tengah umat, terutama dalam dunia yang terus berubah dan sering kali menjauh dari nilai-nilai Injil.

Sementara itu, Ketua Tim Katekese Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan, Herkulaus Mety menyampaikan rasa syukur sekaligus optimisme terhadap tim yang baru dilantik.

Ia mengaku tidak pernah meragukan kapasitas dan komitmen para anggota tim dalam melayani karya katekese di paroki.

“Saya percaya pada kemampuan tim ini. Yang terpenting adalah kita menjaga kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi demi misi pengajaran dan pewartaan iman di paroki,” ungkap Mety.

Dia mengatakan, katekese bukan sekadar kegiatan pengajaran agama, tetapi sebuah proses pembinaan iman yang menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan umat.

Ia mengingatkan seluruh anggota tim agar tidak terjebak pada godaan mencari panggung atau popularitas dalam pelayanan.

“Dalam katekese, Kristus adalah pusat dan tujuan. Jangan sampai kita justru mewartakan diri sendiri dan melupakan Kristus,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa spiritualitas seorang katekis harus berakar pada kerendahan hati sebagaimana diteladankan oleh Yohanes Pembaptis.

“Spirit seorang katekis adalah: Kristus harus semakin besar, dan aku harus semakin kecil,” ujarnya.

Bagi Herry Mety, semangat pelayanan para katekis di Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan harus bertumbuh dari spiritualitas Hati Kudus Yesus—spiritualitas cinta, pengorbanan, dan belas kasih.

“Karena itu mari kita berkatekese dengan semangat dan spiritualitas Hati Kudus Yesus,” tambah dia.

Pelantikan tim katekese ini sekaligus menjadi tanda harapan baru bagi dinamika pastoral di paroki tersebut.

Di tengah tantangan zaman—mulai dari arus digitalisasi, perubahan gaya hidup, hingga krisis keteladanan—kehadiran para katekis diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan umat dengan sumber iman yang sejati.

Bagi umat yang hadir dalam perayaan itu, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi sebuah perutusan. Sebab setiap katekis dipanggil untuk menimba “air hidup” dari Kristus dan kemudian membagikannya kepada dunia yang haus akan makna, pengharapan, dan kasih. (yos)

 


Pos terkait