WBP di Lapas Manado Tanam Berbagai Jenis Sayuran, Dukung Program Ketahanan Pangan

Kepala Lapas Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu saat menjelaskan terkait upaya mendukung program ketahanan pangan pada, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

Manado, DetikManado.com – Memanfaatkan pekarangan yang ada, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado menanam berbagai jenis sayuran. Mulai dari ketimun, pokcay hingga daun bawang.

“Kita berada di lokasi Sarana Asimilasi Edukasi Lapas Kelas IIA Manado. Ini terkait dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Kepala Lapas Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu pada, Sabtu (18/4/2026).

Bacaan Lainnya

Sore hari di akhir pekan itu, Krisman mengajak sejumlah wartawan melihat beberapa jenis sayuran yang ditanam di kompleks Lapas tersebut. Dua orang WBP tampak dengan tekun merawat tanaman ketimun dan pokcay.

“Apa yang kami lakukan ini juga untuk mendukung akselerasi 15 program unggulan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terkait dengan ketahanan pangan,” ujarnya.

Krisman Ziliwu menuturkan, karena area di dalam Lapas Manado itu sering banjir, maka sayuran itu ditanam di dalam poliback yang ditempatkan sekitar satu meter dari atas tanah. Poliback itu ditata di atas rak yang terbuat dari bambu.

Lapas Kelas IIA Manado menanam berbagai jenis sayuran. Mulai dari ketimun, pokcay hingga daun bawang. (Foto: Yoseph Ikanubun/DetikManado.com)

“Di sini kalau hujan dan banjir, airnya cukup tinggi. Sehingga kami membuat wadah ini, dan menempatkan sayuran yang ada di poliback ke wadah ini,” tuturnya.

Dia mengatakan, tanaman sayuran itu sudah beberapa kali dipanen. Untuk ketimun sudah 15 kali panen, sedangkan pokcay sudah empat kali.

“Untuk penanaman, dan mengelola sarana asimilasi dan edukasi ini dilakukan oleh WBP yang menjalani asimilasi. Sekalian kita ajarkan bagaimana bertani yang baik dan benar,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu WBP yang mengelola area pertanian itu mengaku, belajar bagaimana menanam dan merawat sayur-sayuran itu. Dia berharap bisa mendapat pengetahuan dan keterampilan.

“Mudah-mudahan setelah keluar (bebas) bisa mengolah tanah menjadi petani,” ujarnya. (yos)


Pos terkait