Anggap Panitia Liga 3 Tidak Adil, Tim Persmin Minahasa Lakukan Protes

  • Whatsapp
Tim Persmin Minahasa yang berlaga di Liga 3 PSII regional Sulawesi Utara.

Manado, DetikManado.com – Laga lanjutan penyisihan group leg 2, babak 6 besar Liga 3 PSSI Regional Sulut, mempertemukan Persmin Minahasa melawan Persma Manado 1960 Merdeka, di Stadion Klabat Manado, Rabu (09/10/2019), berakhir dengan hasil seri 0 – 0.

Dalam pertandingan ini kedua memainkan laga yang sangat keras.Kedua tim saling bergantian melakukan serangan bahkan terjadi saling protes pemain dari kedua kubu.

Muat Lebih

Selain itu, usai pertandingan tim Persmin Minahasa melakukan protes ke panitia pelaksana. “Saya menyesalkan pemain kami diprotes oleh pihak Persma Manado 1960 Merdeka yang namanya ada tapi salah nomor punggung,” ujar Acin Marsaoly Pelatih Kepala Persmin Minahasa.

Lanjut Acin, seharusnya yang berlaga babak 6 besar bukan Persma Manado 1960 Merdeka, karena menurutnya tim tersebut sudah kartu kuning sebanyak dua kali. “Seharusnya yang lolos Tomohon, tetapi karena kartu kuning dari tim Persma dianulir, dan dibatalkan oleh sidang disiplin akhirnya mereka bisa bermain,” ungkapnya.

Menurutnya hal itu tidak, bisa karena sesuai aturan regulasi sebelum masuk putaran kedua, tim tersebut harus menyelesaikan permasalahan itu dulu baru bermain, bukan sudah selesai. Protes juga dianggapnya sia-sia karena mereka adalah tuan rumah atau penyelenggara.”Soalnya kalau tim mereka gagal semuanya akan selesai, makanya walaupun kartu kuning yang jelas dua kali, tetapi karena mereka sponsor utama panitia lebih memilih diam,” sesalnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Askot Manado Abdul Rahman Bachmid menjelaskan perihal penarikan kartu kuning, karena memang ada dalam point atau pasal, panitia disiplin berhak untuk menarik jika memang dalam situasinya. Kartu kuning itu ditarik tapi tidak mempengaruhi dari hasil yang terjadi. “Tetapi posisi saat itu kartu kuning yang ditarik dari pihak Persma Manado 1960 Merdeka merasa keberatan perihal dalam satu kejadian mereka merasa dirugikan seperti hakim garis mengangkat bendera offside tidak dilihat oleh wasit, dan terakhir tidak spesifiknya wasit memberikan kartu kepada pemain,” ungkapnya.

 Bachmid juga mengatakan soal protes kesalahan nomor punggung adalah hal yang lumrah dalam dunia sepakbola. “Itu biasa terjadi dan tidak ada masalah, cuma tadi sempat terjadi adu argumentasi, dan yang disampaikan itu tidak mempengaruhi hasil pertandingan,” pungkasnya. (ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *