Bakal Sukseskan Gerakan 1000 Startup di Manado, Begini Kata Alumni

FGD Alumni Gerakan 1000 Startup Digital, Senin (28/6/2021). (Foto: Istimewa for DetikManado.com)

Tondano, DetikManado.com – Sukses memberikan solusi digital untuk Sulut ditengah pandemi tahun 2020 lalu, program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital akan kembali diadakan untuk kali yang ke 2 dengan berbagai rancangan tahap kegiatan.

Regional Officer Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Manado, Lady Giroth mengatakan bahwa program tersebut ditargetkan dapat membantu ekosistem startup Indonesia.

Bacaan Lainnya

Program itu akan menghasilkan 20 startup terbaik yang dapat diberikan funding setiap tahunnya, serta terciptanya 3 unicorn baru sampai dengan tahun 2025.

“Memasuki tahun ke 2 dilaksanakannya program ini di regional Manado, maka perlu adanya masukan sebagai evaluasi dari program di tahun sebelumnya,” ujar Giroth lewat Focus Group Discussion (FGD) Via Zoom Meeting, Senin (28/6/2021).

Dimulai dengan Road to Ignition, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak para alumni Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Manado 2020.

Selain Giroth, Regional Officer 1000 Startup Digital Manado yang lainnya, Steleynes Sagay menuturkan untuk mengevaluasi kegiatan di tahun sebelumnya, bahkan bertukar pikiran untuk memberi solusi sebagai amunisi pelaksanaan startup 2021 tersebut.

“Diskusi ini berjalan dengan penuh semangat untuk berkolaborasi, karena diikuti oleh alumni baik dari sisi peserta, fasilitator, dan mentor, sehingga kita bisa mendapat masukan tentang apa yang perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan program tahun ini,” tambah Sagay.

Diskusi yang dikemas menarik membawa banyak aspirasi baru yang menjadi tinjauan bagi Regional Officer untuk kesuksesan pelaksanaan startup tahun ke 2 ini. FGD yang diikuti oleh mentor dan fasilitator dari tahun 2020 mencuatkan pemikiran kritis dari para alumni.

Founder SiPenolong, Kenedy Wibowo yang juga runner up Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Manado 2020 menceritakan, tahun lalu walaupun di daerah kepulauan, dirinya melakukan presentasi ide dengan segala keterbatasan.

Wibowo menjelaskan bahkan di tengah hutan, untuk mendapatkan jaringan telepon. Tapi, dengan bimbingan dan kerja sama, dirinya bisa terus maju.

“Sebagai evaluasi, perbanyak sharing tentang proses penyiapan produk digital apalagi untuk daerah Indonesia Timur, sehingga ide yang tercipta, bisa lebih mudah diterapkan dalam bentuk digital bagi peserta yang non-hacker,” ungkapnya.

Diakhir sesi, diskusi yang dihadiri oleh para alumni itu bersepakat untuk siap berkolaborasi dan berpartisipasi menyukseskan program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital 2021. (***/rf)

Komentar Facebook

Pos terkait