Dilaporkan ke Ombudsman Terkait Kecurangan, Ini Penjelasan KPU Manado

  • Whatsapp
Komisioner Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Manado Ismail Harun.

Manado, DetikManado.com – Terkait aduan calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ke Ombudsman, Rabu (19/02/2020), mengenai kecurangan yang dilakukan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado dalam proses perekrutan PPK, pihak KPU Manado mengatakan akan menyikapinya secara baik-baik.

Sebelumnya, dalam laporan ke Ombudsman, KPU Manado diduga tidak adil dan tidak transparan dalam proses rekrutmen PPK di Manado. Dan penilaian wawancara yang begitu subyektif. “Anggota KPU Manado sekarang diduga kuat melakukan proses perekrutan yang curang. Utamanya di sesi wawancara begitu tendensius, tidak adil, tidak profesional dan diskriminatif,” ujar Amas Mahmud selaku pelapor.

Bacaan Lainnya

Amas juga merasa dirugikan karena sebagian besar calon anggota PPK diwawancara dengan berpatokan pada abjat. “Sementara saya dipanggil kedua terakhir. Ada apa?,” imbuhnya.

Komisioner Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat  dan SDM KPU Manado Ismail Harun, mengatakan akan menyikapi secara baik-baik laporan yang bersangkutan. “Jika yang bersangkutan merasa keberatan, kami juga terbuka jika ingin melihat nilai dan prosedur lainnya,” tutur Ismail saat diwawancarai DetikManado.com, Rabu (19/02/2020) Siang.

Adapun pada proses wawancara, lanjut Ismail, setiap komisioner memberikan penilaiannya masing-masing terhadap calon PPK. Proses rekap nilai dan lain sebagainya tetap ada. “Kalaupun yang bersangkutan keberatan dan melaporkan ke Ombudsman, tentu kami akan menampilkan seluruh nilai-nilainya,” ujar Ismail.

Dia menambahkan, saat dibukanya tanggapan masyarakat terhadap peserta yang lulus administrasi lalu, yang bersangkutan juga mendapat tanggapan dari masyarakat. Tentunya sesuai regulasi, tanggapan masyarakat harus diklarifikasi pada saat wawancara. “Proses klarifikasi ini harus divideokan, direkam, dan lain sebagainya. Dan saat yang bersangkutan hadir dan sudah gilirannya, operator kamera sedang keluar, maka kami suruh menunggu dulu,” terang Ismail.

Ismail juga menerangkan, sebelumnya yang bersangkutan juga merupakan mantan ketua PPK Malalayang pada pemilu lalu. “Selama menjabat kemarin, juga tidak luput dari penilaian kami selaku komisioner-komisioner KPU, tutupnya. (fiq)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *