Ditresnarkoba Polda Sulut Menangkap Pengedar Narkoba

  • Whatsapp
Pelakunya adalah elaki berinisial FP alias Aan (26), oknum warga Bitung yang tertangkap tangan sedang mengambil paket kiriman.

Manado, DetikManado.com – Tim subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulut kembali berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu di Kota Manado.

Pelakunya adalah elaki berinisial FP alias Aan (26), oknum warga Bitung yang tertangkap tangan sedang mengambil paket kiriman di salah satu tempat jasa pengiriman barang, Kamis (09/01/2020).

Muat Lebih

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut Kombes Pol DR Eko Wagiyanto SIK SH MH menjelaskan dari hasil interogasi terhadap FP, terungkap bahwa pengambilan paket kiriman sabu tersebut atas perintah dari lelaki berinisial RA oknum warga Bitung yang saat ini sedang menghuni Lapas Tuminting. “Dari tangan tersangka petugas berhasil menyita sebanyak sepuluh kantong plastik bening sedang berisi kristal sabu,” ujarnya.

Dai menambahkan, selain itu juga ada 1 kantong kecil kristal sabu dengan total seberat 100 gram, 183 buah plastik klip bening ukuran kecil, 1 dos ukuran sedang bertuliskan alamat pengiriman MR, 1 buah hand phone Realmi 3 milik FP, serta 1 buah hand phone Realmi milik RA.

Selain itu, modus operandi yang berhasil diungkap adalah control delivery, yaitu pengiriman lewat TIKI yang berasal dari Kalimantan ke Manado melalui jasa kurir. “Sabu tersebut dikirim bersama paket makanan ringan berupa dodol duren, dan dikemas menyerupai dodol tersebut,” bebernya.

Wagyanto mengatakan sudah menahan kedua pelaku di Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut dan sementara diproses sidik. Pengungkapan kasus ini juga merupakan kerjasama dengan petugas yang ada di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tuminting.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba karena selain punya efek kesehatan, juga dapat menularkan penyakit-penyakit yang berbahaya juga.

Terkait ancaman hukuman, lanjutnya, para pelaku dikenakan UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp8 miliar.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast SIK menambahkan, Polri saat ini tidak main-main dengan kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia. “Saat ini Indonesia berada dalam kondisi darurat bahaya narkoba, oleh karena itu siapapun yang mengetahui hal ini, silahkan laporkan ke pihak yang berwajib. Kita akan tindak tegas,” pungkasnya. (ml)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *