Manado, DetikManado.com — Personel Polsek Malalayang bergerak cepat mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan jenazah seorang pria berinisial MGAA di sebuah rumah kos, Kelurahan Malalayang Satu, Lingkungan IX, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Minggu (21/6/2026) malam.
Korban ditemukan meninggal dunia di depan kamar mandi dengan kondisi pintu kamar terkunci dari dalam.
Kronologi Penemuan: Saksi Intip Lewat Jendela
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi berinisial LCAA yang datang ke kosan karena curiga korban tidak bisa dihubungi. Setibanya di lokasi, saksi mendapati pintu kamar korban dalam keadaan terkunci rapat dan tidak ada respons sama sekali dari dalam.
Curiga terjadi sesuatu, saksi berinisiatif mengintip melalui celah jendela. Ia pun terkejut melihat korban sudah tergeletak tak bergerak di lantai depan kamar mandi. Saksi bersama penghuni kos lainnya langsung mendobrak pintu dan mendapati korban sudah tidak bernyawa, lalu segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Malalayang.
Hasil Olah TKP dan Dugaan Penyebab Kematian
Menerima laporan warga, personel Polsek Malalayang langsung mengamankan lokasi kejadian bersama Unit Inafis Polresta Manado guna melakukan olah TKP yang disaksikan oleh pihak keluarga.
Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis dan kepolisian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau trauma fisik pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi lain berinisial SM, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. MGAA diduga kuat meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak.
Pernyataan Resmi Kepolisian
Kapolsek Malalayang AKP Jusman Mori, didampingi Kasi Humas Polresta Manado IPTU Agus Haryono, menegaskan bahwa penanganan TKP dilakukan secara terukur dan langsung berkoordinasi dengan tim forensik untuk memastikan penyebab kematian.
“Personel kami segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat, mengamankan TKP, serta membantu proses olah TKP bersama Unit Inafis Polresta Manado. Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan pihak keluarga menolak dilakukan autopsi,” ujar AKP Jusman Mori dalam keterangan resminya.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUP Prof Dr RD Kandou Malalayang untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Polisi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar lokasi kejadian tetap aman dan kondusif. (yos)















