Efisiensi Jadi Ujian, Pemerintahan Weny–Rendy Tetap Optimalkan Pelayanan Publik

Genap satu tahun memimpin Kotamobagu, Wali Kota dr. Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Mangkat tegaskan komitmen “Bersama Menuju Kotamobagu Bersahabat”, 20 Februari 2025 – 20 Februari 2026.

Kotamobagu, DetikManado.com – Tepat satu tahun duet kepemimpinan Wali Kota Weny Gaib dan Wakil Wali Kota Rendy Mangkat memimpin Pemerintah Kota Kotamobagu, berbagai tantangan fiskal menjadi ujian tersendiri. Namun, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pelayanan publik ditegaskan tetap berjalan optimal.

Momentum satu tahun kepemimpinan ini menjadi ruang refleksi atas strategi tata kelola pemerintahan yang diterapkan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Pemerintah memilih langkah rasionalisasi belanja serta penajaman skala prioritas agar program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kotamobagu, Sahaya Mokoginta, SSTP ME menjelaskan bahwa efisiensi tidak berarti memangkas komitmen pelayanan.

“Pemerintah melakukan penajaman skala prioritas dan rasionalisasi belanja yang kurang produktif. Intinya, perencanaan kami berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar keinginan,” ujar Sahaya.

Dia mengatakan, setiap program kini melalui evaluasi ketat untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Meski ruang fiskal terbatas, terdapat lima sektor yang menjadi prioritas utama dan tidak boleh mengalami penurunan kualitas, yakni peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM, pengendalian inflasi daerah, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul.

“Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi komitmen pelayanan, melainkan mendorong tata kelola yang lebih cermat, transparan, dan akuntabel,” ujarnya menegaskan.

Di tengah dinamika tersebut, inovasi birokrasi menjadi kunci. Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut lebih adaptif dan solutif, sementara sinergi antara DPRD, Forkopimda, sektor swasta, dan partisipasi masyarakat menjadi fondasi menjaga stabilitas pembangunan selama setahun terakhir.

Pemerintah Kota optimistis, satu tahun pertama ini menjadi pijakan kuat untuk melanjutkan pembangunan jangka menengah secara bertahap dan berkelanjutan.

“Masih banyak pekerjaan rumah, tetapi dengan integritas dan kerja bersama, tantangan fiskal ini dapat kita lalui demi kemajuan Kotamobagu,” pungkas Sahaya. (Dayat)


Pos terkait