Jamin Stok Pangan Aman, Karantina Sulut Perketat Pengawasan 24/7 di Pelabuhan dan Bandara

Petugas Karantina melakukan pengecekan sejumlah komoditas.

Manado, DetikManado.com – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulut resmi meningkatkan status pengawasan di seluruh pintu masuk dan keluar wilayah Bumi Nyiur Melambai. Langkah ini diambil guna menjamin keamanan dan mutu pangan masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri mendatang.

Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto, menegaskan bahwa meski pengawasan rutin dilakukan selama 24 jam penuh dalam seminggu, intensitas pemeriksaan fisik maupun dokumen kini diperketat seiring meningkatnya arus logistik.

Bacaan Lainnya

“Karantina Sulawesi Utara selalu siap siaga, dan sepanjang Ramadan hingga Idulfitri nanti, tugas ini kami perkuat lagi. Kami ingin masyarakat merasa tenang bahwa bahan pangan yang dilalulintaskan antarpulau untuk keperluan sahur dan berbuka telah melalui pemeriksaan karantina yang ketat,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (20/02/2026).

 

Lonjakan Komoditas Telur dan Daging

Data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology) menunjukkan tren kenaikan volume pengiriman bahan pokok yang signifikan setiap masa Ramadan. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, komoditas telur ayam tercatat melonjak hingga 746 ton dari rata-rata bulanan sebesar 592 ton, atau naik sekitar 26,01%.

Tak hanya telur, frekuensi pengiriman daging sapi juga mengalami kenaikan drastis sebesar 59,26%, dari 27 kali menjadi 43 kali pengiriman dalam sebulan.

Agus menjelaskan, pengawasan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan benteng perlindungan dari potensi masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

“Peningkatan pengawasan ini bertujuan untuk menjamin bahwa setiap bahan pangan yang keluar masuk wilayah Sulawesi Utara benar-benar sehat dan aman,” tuturnya.

 

Waspadai Jalur Mudik

Selain fokus pada jalur logistik skala besar, petugas karantina juga mulai menyisir barang bawaan penumpang kapal laut dan pesawat terbang. Hal ini dilakukan seiring dengan dimulainya pergerakan mudik lebih awal yang berpotensi membawa komoditas hewan atau tumbuhan secara mandiri.

Titik pengawasan intensif ini tersebar di beberapa lokasi strategis, mulai dari Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Manado, Bitung, hingga wilayah kepulauan seperti Tahuna, Siau, dan Melonguane.

Agus mewanti-wanti bahwa lonjakan arus mudik tidak akan menjadi alasan bagi petugas untuk melonggarkan standar biosekuriti di lapangan.

“Lonjakan lalu lintas komoditas di pelabuhan dan bandara tidak boleh melonggarkan standar biosekuriti. Kami pastikan seluruh komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang melintas telah melalui pemeriksaan karantina yang ketat demi keamanan pangan nasional,” ujar Agus menutup keterangan.

Upaya penguatan ini dipastikan akan terus berlangsung tanpa henti hingga puncak arus balik Lebaran, demi memberikan perlindungan maksimal bagi sumber daya alam hayati dan kesehatan masyarakat di Sulawesi Utara. (yos)

 


Pos terkait