Tondano, DetikManado.com — Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa bergerak memperkuat benteng moral dan kecakapan digital para pelajar untuk membendung arus informasi menyebarkan serta kebencian di media sosial. Langkah strategis ini diwujudkan melalui program Bina Rohani Siswa yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa di SMP Negeri 1 Tondano pada Rabu, 29 Juli 2026.
Dalam kegiatan yang melibatkan seluruh siswa kelas VII hingga IX tersebut, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI H Muhammad Adib Abdushomad MAg MEd PhD mengingatkan pentingnya etika dan kemampuan berpikir kritis di era derasnya arus informasi. Ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak agar tidak merusak persatuan bangsa.
“Generasi muda harus menjadi pelopor terciptanya ruang digital yang sehat, santun, dan mampu memperkuat persatuan bangsa,” ujar Muhammad Adib Abdushomad saat membawakan materi di ratusan siswa.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr Lynda Deisye Watania MM MSi menekankan bahwa persiapan menuju Indonesia Emas membutuhkan kombinasi antara prestasi akademik dan karakter yang kokoh. Menurutnya, masa depan bangsa berada penuh di tangan para pelajar yang saat ini sedang menempuh pendidikan.
“Karakter yang kuat, disiplin, dan semangat belajar menjadi modal utama untuk menyongsong Indonesia Emas. Pelajar tidak hanya dituntut mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kepribadian yang berintegritas dan peduli pada sesama,” tegas Lynda Deisye Watania.
Di sisi lain, aspek pembentukan moral dan kerukunan juga menjadi poin krusial yang ditanamkan kepada para peserta. Ketua FKUB Minahasa Pdt Dr Evert AA Tangel MPdK menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual akan hilang arah jika tidak diimbangi dengan fondasi akhlak yang baik.
“Kecerdasan tanpa moral akan kehilangan arah, sedangkan karakter yang baik menjadi fondasi utama lahirnya pemimpin masa depan. Kami mengajak para siswa untuk menghormati orang tua dan guru serta merawat toleransi yang menjadi identitas Minahasa,” kata Evert AA Tangel.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Kemenag, FKUB, dan institusi pendidikan ini, program Bina Rohani Siswa diharapkan mampu mencetak generasi muda Minahasa yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga berakhlak mulia dan tangguh menghadapi perkembangan zaman. (yos)















