Komedian Mongol Stres Ajak Warga Sulut Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
Rony Immanuel atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mongol Stres menyerahkan bantuan untuk para tenaga kesehatan.

Manado, DetikManado.com – Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut kembali mengumumkan terus terjadinya penambahan kasus baru positif Covid-19. Hal ini menimbulkan kecemasan warga. Berbagai tanggapan disampaikan. Salah satunya dari Rony Immanuel atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mongol Stres, salah satu comedian nasional berdarah Kawanua.

Dia mengatakan, sangat setuju dengan program 3M dari pemerintah pusat yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 di Indonesia terlebih khusus di Sulut.

Bacaan Lainnya

“Tetapi saya kurang setuju dengan penggunaan hand sanitizer,  lebih baik kita sering mencuci tangan itu yang lebih betul,” beber Mongol, Senin (23/11/2020).

Selain itu, menurutnya, juga dibutuhkan ketegasan lagi dari pemerintah karena masih banyaknya warga yang tidak mematuhi standar protokol kesehatan yang sudah dianjurkan.

“Masalahnya, buat teman-teman yang masih berkerumun ini, kalau mereka tahu tentang virus ini saya sih baik- baik saja, sama seperti saya yang melakukan hal yang sama namun harus tetap jaga jarak,” tuturnya.

Mongol juga mengingatkan, jika sehabis memegang sesuatu jangan langsung menyentuh hidung atau mata tetapi harus cuci tangan dulu.

“Ingat, menjaga kesehatan itu paling penting,” tegasnya.

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanggal 9 Desember tahun 2020 mendatang, Mongol mengajak masyarakat Sulut untuk saling berdamai jangan saling berkelahi karena ini hanya 5 tahun sekali.

“Masa hanya karena Pilkada kita harus bermusuhan? Tuhan Yesus datang ke dunia ini membawa sukacita dan kabar baik berarti kita harus saling mengasihi dan menyayangi juga,” jelasnya.

Pilihan boleh beda tetapi hati nurani tidak boleh ikut bergeser. Dia mencontohkan di rumahnya sendiri punya pilihan berbeda dengan adiknya namun sama sekali tidak ada rasa marah akan perbedaan tersebut.

“Yang penting bersaudara di atas segalanya,” ujar Mongol.(ml/joe)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *