Kuliah Umum di Unsrat, Firli Bahuri Ungkap Jumlah Warga yang Diproses Hukum Sejak KPK Berdiri

Ketua Umum KPK Firli Bahuri bertukar cinderamata dengan Rektor Unsrat Prof Berty Sompie, usai memberi kuliah umum tentang anti korupsi, Jumat (28/7/2023).

Manado, DetikManado.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Firli Bahuri memberikan kuliah umum di Fakultas Hukum, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Jumat (28/7/2023).

Ada sejumlah hal menarik yang disampaikan Ketua KPK RI saat kuliah umum dalam rangkaian Dies Natalis Fakultas Hukum Unsrat tersebut. Dia menyentil soal kepala daerah yang dibiayai donator, serta para pelaku korupsi atau pelakor.

Bacaan Lainnya

“Ada 82,3 persen calon kepala daerah, wakil kepala daerah di Indonesia menyatakan adanya donatur dalam Pilkada,” kata Ketua KPK RI.

Dari penelusuran KPK, pada tahun 2017, 82 persen calon dibiayai donatur. Di tahun berikutnya pada 2018, sebanyak 70,3 persen calon di Pilkada di Indonesia punya donatur.

“Praktik sponsor Pilkada ini secara tidak langsung menyemai benih korupsi,” ujarnya.

Dia mengatakan, banyak yang menggadaikan integritas demi jabatan kepala daerah. Di situlah korupsi berawal, korupsi itu ibarat gunung es. Berdasarkan data yang ada, sepanjang sejarah KPK berdiri, sudah 1.600 orang yang diproses hukum.

“Temuan KPK, saat menangkap pejabat korupsi, ternyata praktik korupsi sudah berlangsung lama,” ujarnya.

Komentar Facebook

Pos terkait