Lelah Terbayar Kopi Hangat, Potret Kebersamaan saat Bedah Rumah di Semarang

Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Fajar, warga RT 05 RW 02 Dusun Krajan, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Semarang, DetikManado.com – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Fajar, warga RT 05 RW 02 Dusun Krajan, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, tak hanya mengubah susunan batu bata menjadi bangunan kokoh.

Program ini juga mempererat kemanunggalan antara anggota dan masyarakat setempat melalui aksi gotong royong yang hangat, Selasa (28/7/2026).

Bacaan Lainnya

Setelah berjibaku selama berjam-jam mengangkat material dan menyusun dinding rumah, anggota Satgas bersama warga memilih meluangkan waktu sejenak untuk beristirahat. Beratap seadanya dan beralaskan tempat seadanya, mereka melepas lelah sambil menikmati hidangan sederhana yang disajikan warga.

Momen rehat tersebut dimanfaatkan untuk saling bertukar cerita dan mempererat tali silaturahmi. Keakraban yang mulai terlihat bahwa keberhasilan program rekonstruksi rumah ini tidak hanya didorong oleh kekuatan fisik, melainkan oleh kekompakan dan rasa kekeluargaan yang kuat.

Salah satu anggota Satgas yang ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa momen kebersamaan seperti inilah yang menjadi pendorong semangat di lapangan.

“Bekerja dari pagi sampai siang tentu melelahkan, tapi begitu duduk bersama warga, minum kopi, dan ngobrol santai, rasa capeknya langsung hilang. Kebersamaan dan senyum warga inilah yang membuat kami semakin semangat menyelesaikan rumah Pak Fajar,” ujar salah satu personel Satgas di lokasi pembangunan.

Pemilik rumah, Fajar, tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagianya melihat rumahnya yang sebentar lagi akan menjadi hunian yang aman dan layak bagi keluarganya.

“Saya betul-benar bersyukur dan berterima kasih. Bapak-bapak Satgas bekerja tanpa kenal lelah dari pagi. Kehadiran mereka bukan hanya membantu membangun rumah saya, tapi sudah seperti keluarga sendiri buat kami di sini,” tutur Fajar.

Melalui sinergi yang terus terjalin ini, pembangunan rumah Fajar yang diharapkan dapat selesai tepat waktu. Lebih dari sekedar merenovasi fisik bangunan, kegiatan ini menjadi cerminan nyata bahwa semangat gotong royong masih mengakar kuat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (yos)


Pos terkait