Peduli Pilkada Damai, Duta Damai Sulut Gelar Dialog Publik

  • Whatsapp
Ketua Duta Damai Sulut, Freedom Rombot saat, Rabu (30/9/2020). (Foto: DetikManado.com/Richard Fangohoi)

Tondano, DetikManado.com – Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Dunia tanggal 21 September lalu, Duta Damai Sulut menggelar Dialog Publik di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Unima Tondano, Minahasa, Sulut, Rabu (30/9/2020).

Dengan mengangkat tema Hak Atas Perdamaian Menuju Pemilu 2020, dialog tersebut mengundang sejumlah narasumber. Mereka di antaranya Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Sulut Jerry RH Wuisang, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut Meidy T Tinangon, dan Komisioner Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sulut Awaluddin Umbola.

Bacaan Lainnya

Ketua Duta Damai Sulut Freedom Rombot mengatakan, selain memperingati Hari Perdamaian Dunia, dialog itu akan melihat situasi Sulut yang sedang masuk dalam tahapan menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Ia menjelaskan, berkaca pada 2019 silam, bangsa Indonesia mengalami perpecahan hanya karena kontestasi pemilihan.

“Maka itu, untuk pilkada, Duta Damai menginginkan setidaknya itu direduksi,” ujar Rombot kepada DetikManado.com saat dialog berlangsung.

Lebih lanjut, pihaknya mengundang 3 lembaga itu untuk membagikan pengetahuan bagaimana langkah-langkah yang diambil, baik KPU dalam mereduksi hal tersebut.

“Begitupun Bawaslu dalam mengawasi jalannya tahapan Pilkada dan juga mengundang TePI melihat situasi (Pilkada),” sebut mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unima ini.

Dialog terbuka itu dimoderatori Agung C Zulfikar juga melibatkan kalangan milenial, khususnya para mahasiswa.

Rombot pun mengharapkan, dialog tersebut dapat mengajak mahasiswa agar memahami pendidikan politik dini. Selain itu, mahasiswa dapat berperan penting mereduksi ujaran kebencian di dunia maya.

“Mahasiswa juga mengetahui langkah-langkah yang dilakukan penyelenggara (pemilu) dan bisa membantu untuk mensosialisasikan dan menjaga hak perdamaian kita dalam menyongsong Pilkada di tahun 2020 ini,” jelas anak muda kelahiran Poso, Sulteng.

Ia menambahkan, mahasiswa juga di dunia maya sangat masif pergerakannya. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan juga mendapat pendidikan politik atau informasi penting dari narasumber yang dihadirkan.

Untuk diketahui, Duta Damai merupakan organisasi bentukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI. Salah satu tugas Duta Damai yaitu mengkampanyekan narasi positif dan damai di dunia maya. (rf)

Komentar Facebook
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *