Pemkot Manado Siapkan Peti Jenasah, dan Lahan Pekuburan Korban Kebakaran Panti Jompo

Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang saat mengunjungi lokasi kebakaran Panti Werda Damai pada, Senin (29/12/2025) pagi.

Manado – Wakil Wali Kota Manado dr Richard Sualang mengatakan, Pemkot Manado bergerak memberikan bantuan bagi korban kebakaran Panti Werda Damai. Bantuan diberikan bagi korban meninggal dunia, maupun korban yang selamat.

‘’Untuk para korban meninggal dunia, Pemkot Manado memfasilitasi proses pemakaman. Ini sudah kami koordinasikan dengan dinas-dinas terkait,’’ ujar Richard Sualang saat mengunjungi lokasi kebakaran Panti Jompo tersebut di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal 2, Kota Manado, Sulut, pada Senin (29/12/2025).

Dia mengatakan, untuk penanganan jenasah termasuk pengadaan peti jenasah diurus oleh Dinas Sosial. Sedangkan lahan pekuburan ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup.

‘’Jadi menggunakan lahan pebukuran Pemkot Manado. Kami masih menunggu hasil identifikasi dari Tim DVI. Jika jenasahnya sudah diserahkan, maka Pemkot Manado akan mengurus proses pemakamannya,” tuturnya.

Richard Sualang mengatakan, selain mengurus korban yang meninggal dunia, pihaknya juga membantu korban selamat yang kini sedang dirawat di sejumlah rumah sakit di Manado.

‘’Di bawah koordinasi Dinas Kesehatan, karena para korban selamat ini sementara dirawat di sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Manado,’’ ujarnya.
Dia mengatakan, untuk pembiayaan di rumah sakit tersebut akan dilihat apakah para korban memiliki kartu BPJS atau tidak. Jika tidak memiliki kartu BPJS, akan pembiayaan akan ditanggung oleh Pemkot Manado.

‘’Pembiayaan dari BPJS, kalau tidak ada maka Pemkot Manado akan menangani mereka,’’ ujarnya.

Richard Sualang menyampaikan rasa belangsungkawa yang dalam atas tragedi tersebut. Menurutnya, itu musibah bencana non alam, kebakaran yang memakan korban jiwa.

‘’Pemkot Manado berusaha secara maksimal. Bahu membahu dengan aparat terkait,’’ ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari pihak pengelola Panti Werda Damai Manado, jumlah penghuni panti sebanyak 35 orang, ditambah 2 pasangan suami istri sebagai pembantu atau penjaga. Saat terjadi peristiwa kebakaran, penghuni panti sebanyak 31 orang, ditambah dua pembantu.

‘’Ada empat penghuni yang dijemput oleh keluarganya untuk merayakan Natal di luar panti, sehingga saat kebakaran mereka masih bersama keluarga,’’ ujar Ketua Panti Werda Dama Manado Olva Sumual saat ditemui di lokasi kebakaran. (yos)


Pos terkait