Penamatan MIS Baitul Makmur, Wali Kota Kotamobagu Dorong Generasi Qurani dan Berprestasi

Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menghadiri Penamatan dan Perpisahan MIS Baitul Makmur Kotamobagu Angkatan XXII Tahun Pelajaran 2025-2026 di Aula Cafe Selevel, Kelurahan Matali.

Kotamobagu, DetikManado.com – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menghadiri kegiatan Penamatan dan Perpisahan siswa Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Baitul Makmur Kotamobagu Angkatan XXII Tahun Pelajaran 2025-2026 yang dilaksanakan di Aula Cafe Selevel, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, Selasa (02/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kotamobagu Jamaludin Lamato, Ketua TP PKK Kota Kotamobagu Rindah Gaib Mokoginta, Ketua KPU Kota Kotamobagu Mishart A. Manoppo, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala madrasah, dewan guru, orang tua siswa, serta para peserta penamatan.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kotamobagu menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, para guru dan orang tua yang telah mendidik serta membimbing para siswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah.

Menurut Weny Gaib, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter yang kuat, serta pemahaman keagamaan yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Pemerintah Kota Kotamobagu memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan orang tua yang telah berperan besar dalam membentuk karakter dan pengetahuan anak-anak kita. Semoga para lulusan MIS Baitul Makmur dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan semangat belajar yang tinggi dan tetap menjunjung nilai-nilai keislaman,” ujar Weny.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kotamobagu, Jamaludin Lamato, menegaskan bahwa hafalan Al-Qur’an, khususnya Juz 30, telah menjadi salah satu syarat kelulusan bagi seluruh siswa madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Kota Kotamobagu.

“Sejak tahun 2023, atas inisiasi bersama kepala-kepala madrasah, setiap siswa yang lulus wajib menghafal minimal satu juz, yaitu Juz 30. Alhamdulillah, sampai saat ini seluruh lulusan madrasah telah mampu memenuhi ketentuan tersebut, bahkan ada yang berhasil menghafal lebih dari satu juz,” ungkap Jamaludin.

Ia berharap para siswa terus meningkatkan semangat belajar, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan, sehingga mampu menjadi generasi yang unggul, berkarakter dan berakhlakul karimah.

Kegiatan penamatan dan perpisahan tersebut menjadi momen penuh haru dan kebanggaan bagi para siswa, orang tua, serta pihak sekolah. Selain sebagai bentuk syukur atas selesainya proses pendidikan, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi para lulusan untuk terus meraih prestasi pada jenjang pendidikan berikutnya. (Dayat)


Pos terkait