Pengamat Pemerintahan Unsrat Tanggapi Wacana Pemindahan Ibukota Sulut ke Tondano

Manado, DetikManado.com – Setelah pemerintah pusat mengumumkan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur, memunculkan wacana untuk memindahkan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ke Tondano, Kabupaten Minahasa.

Wacana yang mengandalkan skema segitiga emas (golden triangle), yakni Manado sebagai kota bisnis, Bitung kota industry, dan Minahasa Utara serta Tomohon sebagai tempat wisata. Hal ini mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan, salah satunya pengamat pemerintahan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Dr Very Yohanis Londa.

Bacaan Lainnya

Akademisi yang sehari-hari disapa Mner Very ini, secara pribadi berharap agar masalah apapun itu termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan kebijakan penyelenggaraan negara harus dikaji dengan baik, benar, rasional. Karena ini akan berkaitan dengan hajat hidup masyarakat. “Jangan kita terlalu terbawa dgn euforia ‘pindah’. Setelah Ibu Kota Negara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang juga rencana memindahkan pusat pemerintahannya. Saat ini Sulut, saya pikir terlalu prematur dan lemah asumsi dasarnya,” tutur Londa kepada DetikManado.com, Jumat (30/08/2019).

Komentar Facebook

Pos terkait